1
1

OJK Sebut Kredit Bank BUMN Tumbuh Paling Tinggi di April 2026

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae. | Foto: OJK

Media Asuransi, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi pendorong utama pertumbuhan kredit perbankan nasional pada April 2026. Tercatat kredit yang disalurkan kelompok bank BUMN tumbuh 14,35 persen secara tahunan (yoy).

|Baca juga: IHSG Berpotensi Rebound, Berikut 6 Rekomendasi Saham Pilihan untuk Hari Ini

|Baca juga: Tekan Fraud Klaim, OJK Kaji Database Asuransi Kesehatan Nasional

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan capaian tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan dengan kelompok perbankan lainnya berdasarkan kepemilikan. Pertumbuhan kredit perbankan secara keseluruhan masih menunjukkan tren positif.

|Baca juga: Alfamidi Buka Suara soal Dampak Ekspansi Bisnis Koperasi Desa Merah Putih

|Baca juga: Manajemen Telkom (TLKM) Angkat Bicara terkait Komisaris Jadi Tersangka KPK

“Kinerja intermediasi perbankan tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga. Pada April 2026, kredit tumbuh sebesar 9,98 persen secara tahunan menjadi Rp8.755 triliun,” ujar Dian, dalam konferensi pers RDKB OJK Mei, belum lama ini.

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Media Asuransi (@mediaasuransinews)

“Angka ini meningkat dibandingkan dengan posisi Maret 2026 yang tumbuh sebesar 9,49 persen yoy,” tambah Dian.

Di tengah pertumbuhan kredit industri yang menguat, bank BUMN menjadi kelompok bank dengan laju ekspansi kredit paling tinggi. “Ditinjau dari kepemilikan, kredit bank BUMN tumbuh tertinggi, yaitu sebesar 14,35 persen yoy,” ujar Dian.

|Baca juga: Bos Komisi XI Pastikan Sinergi Fiskal-Moneter Solid: Pasar Harus Lihat Realitas, Bukan Narasi!

|Baca juga: Direktur Ritel KB Bank (BBKP) Mundur, Ada Apa?

Selain ditopang bank BUMN, pertumbuhan kredit perbankan juga didorong oleh tingginya penyaluran kredit investasi dan kredit korporasi. OJK mencatat kredit investasi tumbuh 19,48 persen yoy, sementara kredit korporasi meningkat 15,51 persen yoy.

|Baca juga: Kredit Perbankan Tumbuh 9,98% di April 2026, Tembus Rp8.755 Triliun!

|Baca juga: Pemerintah dan BI Sepakat Perkuat Sinergi untuk Jaga Stabilitas Rupiah dan Pacu Ekonomi

“Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi tumbuh tertinggi, yaitu sebesar 19,48 persen. Adapun berdasarkan kategori debitur, kredit korporasi tumbuh tertinggi sebesar 15,51 persen yoy,” tutup Dian.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Broker Asuransi dan Underwriter: Menjaga Reputasi Industri Indonesia di Mata Dunia
Next Post Lippo Cikarang (LPCK) Tegaskan Proyek Rusun MBR Tak Ada Kaitannya dengan Meikarta

Member Login

or