Media Asuransi, JAKARTA – PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) atau Alfamidi menyatakan hingga saat ini kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) belum memberikan dampak material terhadap operasional, rantai pasok, maupun ekspansi bisnis perseroan.
Manajemen menilai setiap pelaku usaha memiliki model bisnis dan segmen pasar yang berbeda sehingga dapat saling melengkapi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
|Baca juga: BFI Finance (BFIN) Klarifikasi soal Berita Penarikan Paksa Mobil di Tangerang Selatan
|Baca juga: Lippo Cikarang (LPCK) Tegaskan Proyek Rusun MBR Tak Ada Kaitannya dengan Meikarta
“Dari perspektif dunia usaha, setiap pelaku usaha dapat memiliki model bisnis, segmentasi dan target pasar yang berbeda sehingga dapat saling melengkapi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Manajemen Alfamidi, dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Senin, 8 Juni 2026.
Perseroan menegaskan belum terdapat dampak material terhadap kinerja operasional akibat kehadiran KDMP. Selain itu, tidak ada penutupan gerai yang disebabkan oleh keberadaan koperasi tersebut.
View this post on Instagram
Di sisi lain, Alfamidi menyebut pendirian KDMP juga belum memengaruhi rantai pasok perusahaan. “Sampai dengan saat ini belum ada dampak material terhadap rantai pasok perseroan yang disebabkan oleh pendirian KDMP,” terangnya.
Untuk menjaga pertumbuhan bisnis, perseroan mengatakan akan tetap berfokus pada peningkatan kualitas layanan kepada konsumen, mulai dari kenyamanan berbelanja hingga ketersediaan barang dan harga yang kompetitif.
|Baca juga: Asuransi Dayin Mitra (ASDM) Minta Restu Pemegang Saham untuk Ubah Susunan Dewan Komisaris
|Baca juga: Revisi UU P2SK Disahkan: Regulasi Asuransi, Kripto, dan Pasar Derivatif Diperkuat
“Perseroan tetap fokus pada peningkatan kualitas layanan ke konsumen, yang antara lain meliputi kenyamanan, kebersihan, kelengkapan barang dagangan sesuai kebutuhan konsumen dan harga yang kompetitif serta optimalisasi layanan pesan antar,” ucapnya.
Manajemen Alfamidi mengungkapkan hingga saat ini belum terdapat komunikasi maupun penjajakan kerja sama strategis dengan pihak pengelola KDMP. “Sampai dengan saat ini, belum terdapat komunikasi, rencana atau penjajakan kerja sama strategis antara Perseroan dengan pihak pengelola KDMP,” tukasnya.
|Baca juga: Rupiah Tembus Rp18.043 per US$, BI Tingkatkan Intensitas Intervensi di Pasar
|Baca juga: Allianz Life dan Maybank Indonesia Luncurkan MyProtection Income Plus
Terkait prospek jangka menengah dan panjang, perseroan tetap optimistis terhadap pertumbuhan pasar ritel nasional. Manajemen menilai potensi pasar Indonesia masih terbuka lebar dan akan terus ditopang oleh kebutuhan masyarakat.
“Perseroan tetap berpandangan positif dan optimistis terhadap potensi pertumbuhan pasar ritel di Indonesia,” tutup manajemen.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

