Media Asuransi, JAKARTA – Iduladha menjadi salah satu hari besar yang paling bermakna bagi umat Islam setelah Idulfitri. Perayaan ini diperingati setiap 10 Dzulhijjah dalam kalender Hijriah atau sekitar 70 hari setelah Idulfitri.
Pada momen tersebut, umat Muslim melaksanakan salat Iduladha secara berjemaah di masjid maupun lapangan terbuka. Tak hanya menjadi hari raya keagamaan, Idulaadha juga identik dengan puncak pelaksanaan ibadah haji.
|Baca juga: Chief Economist Permata Bank Soroti Risiko Global terhadap Pasar Keuangan RI
|Baca juga: BFI Finance (BFIN) Klarifikasi soal Berita Penarikan Paksa Mobil di Tangerang Selatan
Jutaan umat Islam dari berbagai negara berkumpul di Kota Makkah untuk menjalankan rangkaian ibadah haji sebagai rukun Islam kelima. Sementara bagi umat Muslim yang belum memiliki kesempatan berhaji, ibadah kurban menjadi salah satu bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT saat Iduladha.
|Baca juga: Biar Tidak Kena Tipu, Kamu Wajib Mengenal Lebih Dalam tentang Asuransi Kendaraan!
|Baca juga: 5 Manfaat Lari yang Bikin Tubuh Lebih Sehat dan Bugar
Penyembelihan hewan kurban pun menjadi simbol utama dalam perayaan ini. Hingga kini, peringatan Iduladha tidak dapat dipisahkan dari kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS yang sarat akan nilai keimanan, pengorbanan, dan keikhlasan. Dari kisah tersebut, umat Islam diajak untuk memahami makna Iduladha secara lebih mendalam.
Makna dan sejarah Iduladha
Setiap tahun, Iduladha selalu membawa pesan spiritual yang kuat bagi umat Muslim. Perayaan ini menjadi pengingat atas keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah SWT tanpa keraguan.
|Baca juga: KUPASI Nilai QR Code Pialang Asuransi Bisa Dongkrak Kepercayaan Publik
|Baca juga: Bos Allianz Indonesia: Inovasi Produk dan Penguatan Kolaborasi Pemicu Premi Tetap Tumbuh di Kuartal I/2026
Melalui Iduladha, umat Islam diajarkan tentang arti pengorbanan, kesabaran, keikhlasan, kepatuhan, hingga pentingnya berbagi kepada sesama. Nilai-nilai tersebut tercermin melalui ibadah kurban dan pelaksanaan haji bagi umat yang mampu secara fisik maupun finansial.
Perintah untuk berkurban
Ibadah kurban pada Hari Raya Iduladha menjadi simbol kepatuhan manusia terhadap perintah Allah SWT. Tradisi ini berawal dari kisah Nabi Ibrahim AS yang mendapatkan mimpi untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS, pada 8 Dzulhijjah.
Sebagai seorang ayah, Nabi Ibrahim AS sempat merenungkan mimpi tersebut dan terus memohon petunjuk kepada Allah SWT. Namun, mimpi yang sama datang berulang kali hingga tiga kali berturut-turut.
Setelah itu, Nabi Ibrahim AS menyampaikan mimpi tersebut kepada Nabi Ismail AS. Dengan penuh ketakwaan, Nabi Ismail AS menerima perintah tersebut dan meminta ayahnya untuk menjalankan kehendak Allah SWT.
Karena keikhlasan dan keteguhan hati keduanya, Allah SWT kemudian menggantikan Nabi Ismail AS dengan seekor domba. Peristiwa inilah yang kemudian menjadi dasar ibadah kurban yang dilakukan umat Islam setiap 10 hingga 13 Dzulhijjah atau pada hari tasyrik.
|Baca juga: Dari Beban Kerja hingga Lingkungan, Ini Penyebab Karyawan Memilih Resign
|Baca juga: Kenali Toxic Leadership: Ciri, Dampak, dan Penyebab Bos yang Merusak Tim!
Ibadah kurban juga menyimpan banyak hikmah bagi umat Islam. Mengutip laman resmi CIMB Niaga, Rabu, 27 Mei 2026, hewan kurban kelak akan menjadi penolong bagi orang yang berkurban di hari kiamat.
Selain itu, kurban juga mengajarkan pentingnya berbagi dan menumbuhkan rasa ikhlas kepada sesama. Sebab, sebagian besar daging kurban nantinya diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan, sementara sisanya dapat dinikmati oleh pihak yang berkurban.
Perintah untuk melaksanakan ibadah haji
Adapun haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan bagi umat muslim yang memiliki kemampuan fisik dan finansial. Dalam pelaksanaannya, ibadah ini menuntut kesiapan tenaga, waktu, dan biaya.
Sejarah ibadah haji bermula ketika Nabi Ibrahim AS mendapat perintah dari Allah SWT untuk membangun Ka’bah di Kota Makkah. Setelah Ka’bah selesai dibangun, Nabi Ibrahim AS diperintahkan untuk menyerukan ibadah haji kepada seluruh umat manusia.
|Baca juga: Diet Instan Ternyata Bisa Picu Gangguan Kesehatan, Ini Risiko yang Perlu Diwaspadai!
|Baca juga: Merasa Cukup dengan Asuransi dari Kantor? Coba Baca Informasi Berikut!
Perjalanan hidup Nabi Ibrahim AS beserta keluarganya kemudian menjadi bagian penting dalam sejarah lahirnya Kota Makkah dan Ka’bah sebagai kiblat umat Islam di seluruh dunia. Hingga kini, jutaan umat muslim datang ke Tanah Suci setiap 8 hingga 12 Dzulhijjah untuk menjalankan rangkaian ibadah haji.
Kewajiban menunaikan ibadah haji juga tercantum dalam QS Al Imran ayat 97 yang menjelaskan bahwa haji wajib dilaksanakan bagi umat yang mampu melakukan perjalanan ke Baitullah.
Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, ibadah haji juga dipercaya dapat membersihkan jiwa dan hati manusia dari dosa-dosa yang telah lalu.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

