1
1

BNI Sekuritas dan BSPL Jadi Lead Manager Penerbitan AT1 US$700 Juta BNI (BBNI)

Aplikasi investasi BNI Sekuritas. | Foto: BNI Sekuritas

Media Asuransi, JAKARTA – PT BNI Sekuritas (BNI Sekuritas), melalui anak usahanya BNI Securities Pte. Ltd. (BSPL) bertindak sebagai joint lead manager dalam penerbitan penerbitan surat berharga modal tambahan Additional Tier 1 (AT1) perpetual non-kumulatif PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau Bank BNI. Penerbitan AT1 perpetual non-kumulatif BNI ini memenuhi ketentuan Basel III dengan skema Regulation S (Reg S) senilai US$700 juta dan imbal hasil sebesar 7,150 persen.

Transaksi ini menandai pencapaian penting bagi BNI, yang semakin menegaskan posisinya sebagai bank asal Indonesia pertama dan satu-satunya yang menerbitkan instrumen AT1 di pasar offshore, serta bank Indonesia pertama yang melaksanakan penawaran tender secara bersamaan dengan penerbitan AT1 baru. Keberhasilan ini sekaligus melanjutkan momentum positif BNI sejak penerbitan perdana AT1 di pasar internasional pada tahun 2021.

|Baca juga: BNI Sekuritas Dukung Transformasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

Dalam transaksi ini, BSPL, yang didukung oleh BNI Sekuritas, bertindak sebagai joint lead manager dan joint bookrunner, dengan peran sentral dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan transaksi. Cakupan tanggung jawab BSPL dan BNI Sekuritas meliputi koordinasi keseluruhan proses penerbitan, dukungan kepada BNI dalam berkoordinasi dengan penasihat hukum dan pihak profesional terkait, penyusunan serta pengelolaan struktur dan jadwal transaksi, fasilitasi proses pencatatan di Singapore Exchange, serta  dukungan terhadap aktivitas pemasaran instrumen kepada investor offshore.

SEVP Investment Banking BNI Sekuritas, Ikhsan Ramdan, menyampaikan bahwa melalui koordinasi yang erat dengan seluruh pemangku kepentingan, BSPL dan BNI Sekuritas berhasil memastikan transaksi dapat dieksekusi secara efisien dengan tujuan strategis pendanaan jangka panjang.

|Baca juga: Tetap Update Tanpa Stres, Inilah Strategi Menyaring Signal dan Noise ala BNI Sekuritas

“Kolaborasi yang erat dengan seluruh pihak terkait memungkinkan transaksi ini terlaksana dengan baik, sekaligus mendukung strategi permodalan jangka panjang BNI,” ujar Ikhsan dalam keterangan resmi.

Di tengah kondisi pasar global yang masih bergejolak, transaksi ini mencatat hasil yang sangat solid, dengan permintaan investor (orderbook) yang mencapai puncaknya di atas US$2,5 miliar atau mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe) hingga 3,6 kali dari nilai yang ditawarkan. Capaian tersebut mencerminkan kuatnya dan berkelanjutannya minat investor internasional terhadap instrumen kredit Indonesia yang berkualitas tinggi.

Penerbitan AT1 ini dilakukan secara bersamaan dengan penawaran tender harga tetap terbatas (capped fixed-price tender offer) atas surat berharga AT1 BNI yang masih beredar, sebagai bagian dari strategi pengelolaan liabilitas yang proaktif menjelang opsi beli (call option) pada Maret 2027.

Dana bersih yang diperoleh dari penerbitan ini akan digunakan untuk memperkuat kembali modal AT1 BNI, mendukung kebutuhan pendanaan bank, memperkokoh struktur permodalan, dan mendorong pertumbuhan kredit.

Editor: S. Edi Santosa

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Proposal Perdamaian Iran Ditolak AS, IHSG Kembali Tertekan
Next Post BFI Finance (BFIN) segera Gelar RUPSLB, Matangkan Rencana Program Saham untuk Karyawan dan Manajemen

Member Login

or