1
1

Bank Muamalat Gelar Synergy Roadshow di 6 Kota untuk Hadapi Semester II 2026

Anggota Badan Pelaksana BPKH, M. Arief Mufraini (kiri), Anggota Badan Pelaksana BPKH, Sulistyowati (kedua kiri), Komisaris Utama/Independen Bank Muamalat, Sapto Amal Damandari (kedua kanan) dan Direktur Utama Bank Muamalat, Imam Teguh Saptono (kanan) foto bersama saat pembukaan Synergy Roadshow 2026 di Jakarta, pekan lalu. | Foto: Bank Muamalat

Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Bank Muamalat) menggelar Synergy Roadshow 2026 di enam kota besar, yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Makassar, dan Medan pada Juli hingga Agustus 2026.

Direktur Utama Bank Muamalat, Imam Teguh Saptono, mengatakan bahwa Synergy Roadshow 2026 merupakan kegiatan bersama antara Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Bank Muamalat untuk membangun kolaborasi serta melakukan evaluasi kinerja bisnis seluruh region Bank Muamalat.

“Forum bersama para pimpinan dan tim penjualan di kantor wilayah dan cabang ini bertujuan untuk menyampaikan strategi, prioritas bisnis, dan arahan manajemen kepada seluruh insan Muamalat dalam rangka peningkatan kemampuan tim. Kami juga mengidentifikasi peluang pertumbuhan di masing-masing daerah. Sasarannya jelas, kami ingin membangun semangat dan optimisme menghadapi semester kedua tahun ini, di tengah kondisi perekonomian nasional yang menantang dan kondisi global yang masih bergejolak,” ujar Imam dalam keterangan resmi.

|Baca juga: Transaksi QRIS Bank Muamalat Melonjak 74,87%

Dia menekankan pentingnya pertumbuhan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, Bank Muamalat menjalankan strategi bisnis yang berfokus pada segmen ritel, baik consumer maupun small medium enterprise (SME), yang terbukti lebih resilien, tanpa mengabaikan pengembangan segmen korporasi yang sehat.

Produk unggulan consumer seperti pembiayaan Solusi Emas Hijrah dan SME mencatat kenaikan yang solid. Pembiayaan Solusi Emas Hijrah melonjak lebih dari 11 kali lipat secara tahunan (year on year/yoy) mencapai Rp1,7 triliun pada akhir Maret 2026. Jumlah rekening nasabah pun meningkat tajam 274 persen yoy.

Bank Muamalat juga terus memacu pertumbuhan pembiayaan ke sektor SME. Hingga Maret 2026, outstanding pembiayaan SME nilainya mencapai Rp3,1 triliun, tumbuh 33 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

|Baca juga: Outstanding Pembiayaan Emas Bank Muamalat Melonjak 11 Kali Lipat

“SME merupakan sektor yang sangat prospektif untuk dikembangkan karena memiliki peran krusial sebagai penopang stabilitas ekonomi nasional. Sektor ini juga mempunyai manajemen atau penyebaran risiko yang baik,” ujar Imam.

 

Sinergi Bank Muamalat dan BPKH

BPKH dan Bank Muamalat terus memperkuat sinergi bisnis melalui sejumlah kerja sama strategis. Menurut Imam, sinergi ini menjadi upaya bersama saling mendukung. Apalagi, haji dan umrah merupakan ekosistem besar yang dapat memberikan efek berganda ke berbagai sektor ekonomi dan sosial di Tanah Air.

“Kami ingin setiap layanan, produk, dan nilai tambah yang dapat kami berikan menjadi jalan hijrah bagi stakeholders menuju berkah. Dimana kebermanfaatannya bisa berkelanjutan dan dirasakan semua elemen di manapun,” kata Imam.

Salah satu kolaborasi yang dilakukan adalah meluncurkan Kartu Haji Indonesia untuk menggantikan pengunaan cash. Selain untuk kemudahan dan kenyamanan jemaah, inisiatif ini sekaligus mendukung digitalisasi pelaksanaan ibadah haji dan umrah di Tanah Suci.

|Baca juga: Pembiayaan Multiguna iB Hijrah Bank Muamalat Meningkat 37,1%

Akses pendaftaran haji kini semakin mudah dan beragam melalui mobile banking Muamalat DIN, seluruh kantor cabang Bank Muamalat, serta jaringan PT Pos Indonesia di seluruh Tanah Air. Tak hanya itu, Muamalat DIN turut menghadirkan fitur Bank Haji untuk pendaftaran dan pelunasan biaya haji serta pengecekan Riwayat Pendaftaran dan Nilai Manfaat Haji.

Kedua belah pihak telah sepakat untuk terus melanjutkan pelaksanaan joint event meliputi program nasional dan internasional terkait sosialisasi, diseminasi, maupun program penghimpunan dan kemaslahatan. BPKH juga telah menunjuk Bank Muamalat sebagai salah satu bank syariah penyedia jasa layanan kustodiannya.

“Dengan memanfaatkan kapabilitas digital dan jejaring yang dimiliki, sinergi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan bagi calon jemaah haji dan umrah, tetapi juga memperkuat peran ekonomi syariah dalam mendukung kemaslahatan umat secara lebih luas,” jelas Imam.

Editor: S. Edi Santosa

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Sambut HUT ke 35, Asrinda Re-Brokers Kembali Gelar Sunatan Massal
Next Post BCAinsurance Gandeng Optik Seis Luncurkan Proteksi Kacamata, Ini Manfaatnya

Member Login

or