Media Asuransi, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) menjadi indeks pembeda di kawasan regional karena menguat tajam di saat indeks bursa negara-negara lain rontok pada perdagangan Senin, 13 Juli 2026. IHSG meningkat 1,92 persen (113 poin) ke level 6.037.
|Baca juga: IHSG Sesi I Menguat Tipis
Volume perdagangan yang tercatat mencapai 253,3 juta lot saham. Dengan volume perdagangan tersebut, nilai transaksi yang dibukukan Rp11,39 triliun.
Situasi Timur Tengah makin memanas karena pertempuran meningkat di Teluk dan Iran mengklaim telah menutup Selat Hormuz yang vital. Ini menyebabkan harga minyak melonjak dan kembali memicu risiko inflasi secara global.
|Baca juga: BEI Resmi Cabut Suspensi Saham Asuransi Maximus Graha (ASMI)
Di sisi lain, bank sentral AS tidak menutup kemungkinan akan menaikkan bunga di akhir tahun untuk mengendalikan inflasi akibat kenaikan harga minyak dan kebijakan tarif impor.
Sentimen ekonomi menopang pergerakan IHSG. Dana Moneter Internasional mempertahankan estimasi pertumbuhan PDB Indonesia sebesar 5,0 persen untuk tahun 2026, sementara lembaga keuangan regional menilai angka tersebut sedikit lebih tinggi.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

