Media Asuransi, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah di sesi I perdagangan Jumat, 25 September 2026. IHSG melemah 0,55 persen atau turun 34 poin ke level 6.263. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak pada rentang 6.261 hingga 6.328.
|Baca juga: Bukan Sekadar Tren, Mengapa Diversifikasi Global Makin Relevan bagi Investor Indonesia?
Pelemahan rupiah pascakenaikan bunga acuan Federal Reserve disebut sebagai salah satu sebab aksi jual investor, terutama investor asing. Turunnya harga saham disertai depresiasi rupiah memberi dua tekanan harga sehingga menurunkan valuasi saham yang dipegang mereka. Pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa ke Suahasil Nazara tidak menjadi faktor utama.
Di sisi lain, dua pejabat Federal Reserve menyatakan The Fed masih perlu menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi Amerika Serikat yang dinilai masih terlalu tinggi.
|Baca juga: Bitcoin Makin Diminati di Indonesia, Investor Kripto Kembali Ramai Bertransaksi
Presiden Federal Reserve Bank of Philadelphia Anna Paulson mengatakan mengembalikan inflasi ke target 2 persen merupakan prioritas utama otoritas moneter. Sementara Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams menyatakan akan mendukung kebijakan kenaikan bunga sekali lagi di akhir tahun ini.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
