1
1

Ketua Panitia IIS 2026: Asuransi Pegang Peran Strategis di Perekonomian Nasional

Ketua Panitia Indonesia Insurance Summit 2026 Muhammad Iqbal saat memberi kata sambutan (Foto: Media Asuransi/Arief Wahyudi)

Media Asuransi, MAGELANG  – Industri perasuransian memegang peran strategis di perekonomian nasional. Asuransi tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme pengalihan risiko tapi juga sebagai fondasi yang mendukung stabilitas ekonomi. Demikian diungkapkan Ketua  Panitia Indonesia Insurance Summit 2026, Muhammad Iqbal dalam kata sambutan pembukaan IIS 2026 di Pelataran Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Kamis, 11 Juni 2026.

|Baca juga: Indonesia Insurance Summit 2026 Resmi Dibuka

“Kita hidup di tengah dunia dinamis yang penuh ketidakpastian. Dalam situasi seperti ini industri asuransi memegang peran yang semakin strategis. Asuransi tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme pengalihan risiko tapi sebagai fondasi yang mendukung stabilitas ekonomi,” ungkapnya.

Iqbal menyebutkan, tantangan saat ini tidak hanya berasal dari volatilitas ekonomi geopolitik tapi juga perubahan iklim, risiko siber serta perubahan perilaku dan ekspekstasi masyarakat selaku nasabah.

|Baca juga: DAI Sukses Gelar Indonesia Insurance Summit (IIS) ke-2 di Bali

Industri asuransi disebutnya berperan mendorong pertumbuhan usaha, melindungi masyarakat dan memperkuat ketahanan bangsa dalam menghadapi berbagai ketidakpastian,

“Atas dasar itu kami panitia mengangkat tema Insurance in Volatile World: Strengthening  Risilience, Trust and Innovation,” imbuhnya.

Tema ini, jelasnya, mencerminkan tiga pilar utama yang perlu terus diperkuat untuk memastikan keberlanjutan industri ini.

Resilience atau ketahanan, menunjukkan, di tengah kompleksitas ketahanan, industri bukan hanya untuk kuat bertahan tetapi juga punya kemampuan untuk beradaptasi dan tumbuh dalam situasi yang penuh perubahan.

Kedua, trust atau kepercayaan. Kepercayaan merupakan aset paling berharga di industri ini.

“Seluruh aktivitas bisnis kita pada dasarnya dibangun di atas komitmen dan kepercayaan. Oleh karena itu transparansi, integritas, pelindungan konsumen serta pelayanan berkualitas harus terus menjadi prioritas utama agar kepercayaan publik ke industri asuransi semakin meningkat,” tegasnya.

|Baca juga: Harga BBM Naik Gila-gilaan, Asuransi Kendaraan Bakal Kena Getah?

Ketiga, inovasi dimana perkembangan teknologi membuka berbagai peluang baru bagi industri. Iqbal menyebutkan, digitalisasi, kecerdasan buatan, analitik data dan berbagai invoasi lainnya memungkinkan pelaku industri asuransi menghadirkan produk lebih cepat, lebih relevan dan mudah diakses masyarakat.

“Inovasi  bukan lagi pilihan tapi melainkan kebutuhan untuk menjawab tantangan di masa depan. Melalui Indonesia Insurance Summit 2026, kami harap ada ada ruang dialog lebih konstruktif, pertukaran gagasan yang lebih inspiratif serta kolaborasi lebih erat di antara seluruh pemangku kepentingan industri asuransi baik di tingkat nasional,” pungkasnya.

Editor: Irdiya Setiawan 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Pemerintah dan Komisi XI Sepakat Ekonomi RI Ditargetkan Tumbuh 6,5% di 2027
Next Post Anak Muda Merapat, Pemerintah Bidik 40,81% Lapangan Kerja Formal di 2027

Member Login

or