Kuartal I/2021, RS Siloam (SILO) Cetak Rekor Pertumbuhan Laba 672 persen

Media Asuransi – Emiten Rumah Sakit, PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) berhasil mencatatkan rekor pertumbuhan laba bersih mencapai 672 persen menjadi Rp150 miliar pada kuartal I/2021, dibanding periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp19,5 miliar. Pertumbuhan laba bersih tidak lepas dari meningkatnya pendapatan perseroan sebesar  32,5 persen menjadi Rp1,91 triliun dibanding periode sama tahun 2020 sebesar Rp 1,44 triliun.

Presiden Direktur Siloam Hospitals, Ketut Budi Wijaya, mengatakan bahwa lonjakan kinerja Siloam Hospitals pada kuartal I/2021 tidak lepas dari pandemi Covid-19 di Indonesia. Peningkatan profitabilitas telah didorong oleh fokus berkelanjutan manajemen untuk peningkatan pendapatan dan strategi manajemen biaya serta pelaksanaan program pengobatan dan pengujian Covid-19.

“Siloam telah mendedikasikan empat rumah sakit untuk merawat pasien yang terinfeksi Covid-19. Per Maret 2021, Siloam Hospitals memiliki 1.035 tempat tidur khusus untuk pasien Covid-19 di seluruh jaringan rumah sakit dan merawat lebih dari 18.129 pasien Covid-19. Siloam juga telah melakukan 2,2 juta tes antibodi, serologi, dan antigen serta lebih dari 340.000 tes PCR dan Isothermal,” kata Ketut Budi Wijaya dalam siaran tertulis yang dikutip Media Asuransi, Rabu, 28 April 2021.

Baca Juga:

Menurut Ketut, selain mencatatkan rekor laba bersih, perseroan juga berhasil mencatatkan peningkatan marjin laba bersih mencapai 7,9 persen pada kuartal I/2021, dibanding pada periode sebelumnya sebesar 1,3 persen. Pada kuartal I/2021, EBITDA perseroan tumbuh 59 persen menjadi Rp483 miliar dibandingkan dengan Rp303 miliar pada kuartal I/2020. Marjin EBITDA meningkat menjadi 25,3 persen pada periode ini dibandingkan sebelumnya 21,0 persen

“Manajemen terus fokus pada peningkatan pendapatan dan manajemen biaya, dan hal ini mulai membuahkan hasil yang positif yang dibuktikan dengan peningkatan marjin profitabilitas,” katanya.

Dari sisi lainnya, Ketut menjelaskan arus kas bebas Siloam Hospitals mencapai Rp510 miliar hingga Maret 2021 dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 294 miliar, atau tumbuh 73,4 persen. Arus kas operasional mencapai Rp622 miliar pada kuartal I/2021, tumbuh 49,2 persen dibandingkan Rp417 miliar pada kuartal I/2020. Pada akhir kuartal I/2021, perseroan juga mencatatkan kas dan setara kas sebesar Rp1,13 triliun dan gearing ratio pada level 2,2 persen.

Ketut juga menambahkan, arus kas dan posisi kas perseroan yang kuat memberi manajemen fleksibilitas untuk dapat mengembangkan bisnis. Jumlah hari pasien rawat inap Siloam Hospitals terus pulih mendekati tingkat pra-Covid-19 dengan catatan 179.810 hari pada kuartal I/2021, atau tumbuh 6,5 persen kuartal per kuartal dibandingkan dengan 168.911 pada kuartal IV/2020. Jumlah pasien rawat jalan meningkat 4,1 persen kuartal per kuartal menjadi 545.127 pada kuartal I/2021 dibandingkan dengan 523.506 pada kuartal IV/2020.

“Perseroan bangga atas kerja keras yang telah dilakukan manajemen untuk membantu Indonesia dalam memerangi Covid-19. Manajemen telah meluncurkan program pengujian Covid-19 yang sukses dengan melakukan lebih dari 2,2 juta pengujian. Siloam Hospitals telah merawat lebih dari 18.000 pasien Covid-19 dan hingga saat ini telah memvaksinasi lebih dari 113.000 orang,” jelasnya.

Ketut menegaskan, meskipun volatilitas tetap ada pada tahun 2021, terdapat bukti signifikan bahwa volume pasien akan terus mengalami tren naik. Siloam mencatat peningkatan yang jelas dalam volume pasien yang kembali ke tingkat sebelum pandemi Covid-19. Meningkatkan rumah sakit baru menuju profitabilitas rumah sakit dalam segmen ramping up yang merupakan rumah sakit yang dibuka dalam lima tahun terakhir, terus menunjukkan peningkatan.

“Perseroan terus mendorong peningkatan operasional melalui pertumbuhan pendapatan yang efektif dan strategi manajemen biaya. Siloam memiliki salah satu kapasitas pengujian Covid swasta terbesar di Indonesia dengan jaringan lab pengujian PCR di 15 rumah sakit,” pungkasnya. One

Leave a Reply