Reliance Sekuritas: IHSG Berpotensi Mencoba Rebound

Media Asuransi – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan berpotensi mencoba rebound setelah 2 hari berturut-turut terkoreksi sangat dalam yaitu di atas 1%.  

Head of Research Equity Technical Analyst PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, Lanjar Nafi, mengatakan, secara teknikal IHSG membentuk candlestick dengan shadow low yang cukup panjang memberikan indikasi whipsaw di level support lower bollinger bands dan support pivot fibonacci 61,8%. Indikator stochastic terkonsolidasi pada area dekat oversold dengan MACD yang bergerak undervalue

Baca juga: Reliance Sekuritas: IHSG Berpotensi Lanjutkan Pelemahan

“Sehingga secara teknikal IHSG berpotensi bergerak mencoba rebound di awal bulan dengan support resistance 5.967-6.063,” katanya melalui riset harian yang dikutip Media Asuransi, Kamis, 1 April 2021. 

Menurutnya, saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal di antaranya; AKRA, ANTM, HMSP, PTPP, WSKT, dan WTON.

Baca juga: Pandemi Masih Berlanjut, OJK Tekankan Industri Pasar Modal Laksanakan Prinsip Kehati-hatian

Kemarin, IHSG (-1,41%) ditutup melemah 85,92 poin ke level 5.985,52 setelah sempat melemah lebih dari dua persen. Saham-saham di sektor Industri Dasar (-2,76%) dan Keuangan (-2,28%) ditutup melemah lebih dari dua persen menjadi penekan IHSG hingga akhir sesi perdagangan. 

Lanjar menjelaskan, investor asing tercatat net sell sebesar Rp1,11 triliun rupiah mengiringi aksi teror dan musibah kebakaran yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini mengurangi kepercayaan investor asing. “Selain itu investor mencari aman pada saham-saham yang telah memiliki tingkat performance yang tinggi sejak akhir tahun lalu dari rebalancing portofolio institusi kuartal pertama tahun 2021.”

Baca juga: OJK Tingkatkan Mekanisme Pengawasan terhadap Ahli Syariah Pasar Modal

Sementara itu, Bursa saham Asia ditutup mayoritas melemah. Indeks Nikkei (-0,86%), TOPIX (-1,21%), Hang Seng (-0,70%) dan CSI300 (-0,91%) turun merespons kekhawatiran mengenai perputaran aset dan mengingkatnya biaya pinjaman di saat imbal hasil obligasi naik.

Adapun, Bursa Eropa membuka perdagangan dengan bervariasi. Indeks Eurostoxx (-0,04%), FTSE (-0,25%) dan CAC40 (-0,10%) turun sedangkan indeks DAX (+0,05%) naik tipis di saat pada investor global mempertimbangkan inflasi dan dampak pajak dari stimulus. Indeks berjangka AS sedikit berubah setelah indeks Asia mayoritas turun menjadi triger negatif. 

Selain itu erjuangan Eropa dengan inokulasi dan kebangkitan kembali kasus Covid-19 telah menurunkan ekspektasi pertumbuhan dan pemulihan ekonomi. Selanjutnya di awal bulan April Investor akan menanti data indeks kinerja sektor manufaktur di Tiongkok dan Indonesia sebagai indikator pemulihan ekonomi. Aca