1
1

BTN (BBTN) Perkuat Strategi Ecosystem Banking untuk Hadapi Pengetatan Likuiditas

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu. | Foto: BTN

Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN memperkuat strategi ecosystem banking untuk meningkatkan penghimpunan dana murah atau Current Account Savings Account (CASA), volume transaksi nasabah, serta pendapatan berbasis komisi di tengah persaingan likuiditas perbankan yang semakin ketat.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan industri perbankan saat ini menghadapi tantangan untuk menjaga pertumbuhan bisnis di tengah dinamika ekonomi global. Bank tidak lagi hanya mengandalkan penghimpunan dana berbasis suku bunga, melainkan perlu memperkuat keterlibatan dalam aktivitas transaksi nasabah.

|Baca juga: Direktur Baru Permata Bank (BNLI) Resmi Efektif, Berikut Susunan Lengkap Pengurusnya!

|Baca juga: Daftar 5 Bos Baru OJK, dari Pengawas Emiten hingga Aset Kripto!

“Persaingan perbankan saat ini tidak lagi hanya bertumpu pada penyaluran kredit dan penghimpunan funding konvensional,” ujar Nixon, dalam keterangan resminya yang dikutip Selasa, 2 Juni 2026.

“Ke depan, kemampuan membangun ekosistem dan menjadi bagian dari aktivitas transaksi harian nasabah akan menjadi faktor penentu utama dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” tambah Nixon.

BTN mencatat dana murah secara konsolidasi tumbuh 8,20 persen secara tahunan per April 2026. Nilai CASA meningkat dari Rp199,65 triliun pada April 2025 menjadi Rp216,02 triliun pada April 2026.

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Media Asuransi (@mediaasuransinews)

Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, BTN memanfaatkan ekosistem perumahan yang selama ini menjadi fokus bisnis perseroan. Ekosistem tersebut mencakup pengembang, kontraktor, toko bangunan, notaris, agen properti, komunitas penghuni perumahan, hingga pelaku usaha lain yang terkait dengan sektor real estat.

Selain layanan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), BTN juga memperluas layanan ke berbagai aktivitas perbankan lain seperti payroll, Cash Management System (CMS), layanan perbankan digital, pembiayaan modal kerja, serta layanan keuangan bagi pelaku usaha dan komunitas yang berada dalam ekosistem tersebut.

Di sisi operasional, BTN juga melakukan penyesuaian fungsi jaringan kantor cabang. Perseroan mengarahkan kantor cabang untuk tidak hanya berperan sebagai saluran penjualan produk, tetapi juga sebagai pusat pengembangan ekosistem bisnis di daerah.

|Baca juga: OJK Pede Kinerja Perbankan RI Tetap Solid hingga Akhir 2026

|Baca juga: Pemerintah Inisiasi Program Kredit Rakyat untuk Akselerasi Ekonomi, Begini Kata Bos OJK!

Nixon mengatakan kantor cabang diharapkan dapat berperan dalam mengidentifikasi potensi bisnis lokal, membina komunitas usaha, dan mendukung pengembangan sumber pertumbuhan baru sesuai karakteristik ekonomi wilayah masing-masing.

“BTN memiliki keunggulan kompetitif yang tidak dimiliki oleh banyak bank lain, yaitu ekosistem perumahan yang sangat masif. Potensi besar inilah yang akan kami optimalkan secara penuh menjadi sumber mesin pertumbuhan baru,” pungkasnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Daftar 5 Bos Baru OJK, dari Pengawas Emiten hingga Aset Kripto!
Next Post Islamic Insurance Society (IIS) Gelar Wisuda Ajun dan Ahli Asuransi Syariah dan Seminar Dampak Geopolitik Internasional

Member Login

or