1
1

Islamic Insurance Society (IIS) Gelar Wisuda Ajun dan Ahli Asuransi Syariah dan Seminar Dampak Geopolitik Internasional

Islamic Insurance Society (IIS) menggelar Wisuda Kelima dan Seminar Dampak Geopolitik Internasional. | Foto: Media Asuransi/Arief Wahyudi

Media Asuransi, JAKARTA – Islamic Insurance Society (IIS) sukses menyelenggarakan acara “Wisuda V dan Seminar 2026” di Ballroom Hotel JS Luwansa, Jakarta. Prosesi wisuda ditandai dengan pembacaan janji wisudawan dan wisudawati, pengalungan medali, serta penyerahan sertifikat profesi oleh Komite Penguji IIS.

Pada wisuda tahun ini, sebanyak 28 Ahli Asuransi Syariah (FIIS) dan 70 Ajun Ahli Asuransi Syariah (AIIS) resmi dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar profesi di bidang asuransi syariah. Dengan tambahan tersebut, hingga saat ini, IIS telah menghasilkan 102 orang Ahli Asuransi Syariah dan 521 Ajun Ahli Asuransi Syariah, yang menjadi bagian penting dalam penguatan sumber daya insani (SDI) industri asuransi syariah nasional.

Selain prosesi wisuda, IIS juga menyelenggarakan seminar bertema “Dampak Geopolitik Internasional, Tantangan, dan Peluang Industri Asuransi Global dan Asuransi Syariah di Indonesia”. Seminar menghadirkan panelis Prof. Yon Machmudi, Ph.D, Guru Besar dan Ahli Kajian Timur Tengah Universitas Indonesia dan Delil Khairat, FIIS, Direktur Teknik Operasi Indonesia Re. Diskusi dipandu oleh Gunawan Yasni, FIIS, Akuntan dan Praktisi Keuangan Syariah.

|Baca juga: IIS Gelar Seminar dan Wisuda Kelima

Seminar ini bertujuan memberikan perspektif mengenai bagaimana dinamika geopolitik global, ketegangan kawasan, perubahan rantai pasok dunia, serta perkembangan ekonomi internasional dapat memengaruhi industri asuransi dan reasuransi, termasuk peluang yang dapat dimanfaatkan oleh industri asuransi syariah di Indonesia.

Ketua IIS, Edi Setiawan, FIIS, dalam pidato sambutannya menyampaikan bahwa tema ini sangat relevan dengan kondisi dunia saat ini. Ketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi global, perubahan rantai pasok internasional, dinamika harga energi, perkembangan teknologi digital, hingga perubahan regulasi lintas negara telah memberikan dampak langsung terhadap industri keuangan dan asuransi global, termasuk industri asuransi syariah di Indonesia.

Terkait dengan Tenaga Ahli Asuransi Syariah yang diwisuda, Edi Setiawan menyatakan bahwa industri asuransi syariah Indonesia membutuhkan generasi profesional yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas, visi, dan komitmen terhadap pengembangan ekonomi syariah nasional.

Sementara itu, perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Alis Subiyantoro, menilai industri asuransi syariah saat ini menghadapi momentum penting menjelang batas akhir pelaksanaan spin-off Unit Syariah pada 31 Desember 2026.

|Baca juga: OJK Tengah Kembangkan Teknologi AI untuk Awasi Industri Asuransi

“Spin-off harus menjadi momentum penguatan bisnis asuransi syariah. Selain kesiapan tata kelola dan permodalan, inovasi produk serta pemanfaatan teknologi perlu terus ditingkatkan agar industri dapat memperluas pasar dan meningkatkan inklusi keuangan syariah,” kata Alis.

Alis menambahkan bahwa, selama 5 tahun terakhir industri asuransi syariah masih mencatatkan kinerja positif meskipun relatif kecil. Hal ini tercermin dari pertumbuhan  kontribusi bruto selama tahun 2021-2025 yang masih tumbuh sebesar 1,48% per tahun (CAGR). Dalam periode yang sama, aset asuransi syariah tumbuh sebesar 4,26% per tahun (CAGR).

”Market share kontribusi asuransi syariah dibandingkan asuransi komersial  (konvensional dan syariah) tahun 2025 turun dari 7,96 persen menjadi 7,57 persen dan mengalami penurunan pada triwulan I/2026  menjadi 6,25 persen. Dari sisi aset, market share asuransi syariah mengalami  pertumbuhan dari 4,92 persen  pada 2024 menjadi 5,25 persen  di tahun 2025 dan 5,26 persen  pada akhir Maret 2026”, tambah Alis.

Sebagai organisasi profesi yang telah berdiri selama 23 tahun, IIS secara konsisten melaksanakan berbagai program pengembangan kompetensi SDI. Sepanjang tahun 2025, IIS telah menyelenggarakan 15 sesi pelatihan tingkat dasar  termasuk inhouse, 5 sesi pelatihan tingkat Ajun Ahli Asuransi Syariah yang diikuti 56 peserta, serta 2 sesi pelatihan tingkat Ahli Asuransi Syariah serta tutorial swakelola dan ujian profesi.

Melalui penyelenggaraan Wisuda V dan Seminar 2026, IIS berharap dapat terus berkontribusi dalam mencetak SDI unggul sekaligus menjadi wadah diskusi strategis bagi para pemangku kepentingan untuk memperkuat daya saing industri asuransi syariah Indonesia di tengah dinamika global yang terus berkembang.

Editor : Wahyu Widiastuti

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post BTN (BBTN) Perkuat Strategi Ecosystem Banking untuk Hadapi Pengetatan Likuiditas
Next Post Aset BPR dan BPRS Tembus Rp236,69 Triliun, OJK Soroti Tantangan Persaingan dan Digitalisasi

Member Login

or