1
1

DBS Yakin Pemerintah dan Regulator Monitor Dampak dari Kenaikan BI-Rate

Head of Investment & Insurance Product Bank DBS Indonesia Djoko Soelistyo. | Foto: Bank DBS Indonesia

Media Asuransi, JAKARTA – Head of Investment & Insurance Product DBS Indonesia Djoko Soelistyo menilai kenaikan suku bunga acuan atau BI-Rate yang dilakukan Bank Indonesia (BI) dilakukan dalam rangka menjaga inflasi dan stabilitas nilai tukar rupiah. Namun, tidak ditampik keputusan itu juga akan memberikan dampak lainnya.

“Setiap kebijakan pasti akan selalu ada dampak yang lain, pasti. Contohnya apakah dampak (kepada) daya beli. Karena gini, kalau misalnya interest rate kita tidak naik, kemudian stabilitas kita tidak terjaga, ujungnya akan dampak ke daya beli juga,” kata Djoko, kepada Media Asuransi, di Jakarta, dikutip Kamis, 25 Juni 2026.

|Baca juga: Mirae Asset Sekuritas Sebut BI Punya Ruang untuk Lanjutkan Kenaikan Suku Bunga Acuan

|Baca juga: OJK Respons Catatan MSCI, Transparansi Pasar Modal Jadi Fokus Utama!

Meski kenaikan suku bunga acuan atau BI-Rate memberikan dampak lainnya, namun Djoko menilai tetap harus ada keseimbangan yang dilakukan. “Dan kita percaya, pemerintah pasti akan memonitor dampak dari setiap kenaikan interest secara reguler. Dan saya yakin mereka pasti akan mengkaji dampak terhadap daya beli,” ujarnya.

Ia menambahkan yang terpenting sekarang adalah bagaimana pemerintah termasuk regulator keuangan bisa memperlihatkan semua kebijakan yang dikeluarkan memberikan dampak positif terhadap pasar. Upaya tersebut menjadi penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat atau kepercayaan investor kembali naik lagi.

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Media Asuransi (@mediaasuransinews)

“Karena saya yakin kita semua pasti ingin mengembalikan kondisi ekonomi Indonesia atau pertumbuhan Indonesia kembali seperti yang sebelumnya ditargetkan,” kata Djoko.

|Baca juga: Ekonomi Lesu, Premi Tunggal Asuransi Jiwa Malah Ngegas, Ada Apa?

|Baca juga: BI-Rate Naik, OJK Ungkap Dampaknya ke Investasi Asuransi!

Dari sisi global, ia menjelaskan, ketidakpastian juga sedang terjadi. Bahkan, perang yang masih berlangsung sedikit banyak memberikan tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi dunia. Kondisi itu bukan tidak mungkin bisa menjalar ke perekonomian Indonesia.

|Baca juga: Jangan Remehkan Penyakit Tropis, Allianz Indonesia Catat Ribuan Klaim di Awal 2026!

|Baca juga: LPS Beberkan Rencana Penjaminan Polis Asuransi, Nilai Klaim Dicanangkan hingga Rp700 Juta!

“Secara global juga sama. Perang kalau tidak beres-beres, pertumbuhan ekonomi secara global mungkin bisa turun. Saat ini memang situasinya banyak uncertainty yang memang harus mulai diberesin satu per satu,” pungkasnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post AAJI Bilang Pengendalian Rasio Klaim Asuransi Kesehatan Tanggung Jawab Industri dan Nasabah

Member Login

or