1
1

AAJI Bilang Pengendalian Rasio Klaim Asuransi Kesehatan Tanggung Jawab Industri dan Nasabah

Ketua Departemen Komunikasi AAJI Aldi Rinaldi. | Foto: Media Asuransi/Muh Fajrul Falah

Media Asuransi, JAKARTA – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menilai pengendalian rasio klaim asuransi kesehatan tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab perusahaan asuransi. Di tengah meningkatnya penggunaan layanan kesehatan, seluruh pihak dinilai perlu berperan menjaga keberlanjutan ekosistem asuransi kesehatan.

Ketua Departemen Komunikasi AAJI Aldi Rinaldi mengatakan keberlanjutan industri bergantung pada kesadaran bersama dalam memanfaatkan layanan kesehatan secara bijak. Menurut dia, perusahaan asuransi, fasilitas kesehatan, dan masyarakat memiliki peran yang sama pentingnya dalam menjaga keseimbangan klaim.

|Baca juga: OJK Minta Asuransi Perangi Fraud dan Overutilisasi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

“Yang paling penting adalah kesinambungan. Kesinambungan ekosistem ini secara baik, baik itu dari sisi asuransinya lalu dari sisi penggunanya, semua memahami dan semua memiliki rasa untuk bisa sama-sama menjaga klaim ini,” kata Aldi, dalam Webinar yang digelar OJK Institute, Kamis, 25 Juni 2026.

Ia menilai tingginya klaim tidak hanya dipengaruhi kenaikan biaya kesehatan, tetapi juga pola pemanfaatan layanan medis oleh masyarakat. Dalam sejumlah kasus, peserta langsung mendatangi rumah sakit atau dokter spesialis untuk keluhan yang relatif ringan.

Menurut Aldi, kebiasaan tersebut dapat memicu pemeriksaan lanjutan yang pada akhirnya meningkatkan biaya perawatan. Kondisi itu turut berdampak terhadap kenaikan beban klaim yang harus ditanggung industri asuransi.

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Media Asuransi (@mediaasuransinews)

AAJI juga menekankan pentingnya pemahaman bahwa asuransi kesehatan merupakan instrumen perlindungan terhadap risiko, bukan untuk digunakan secara berlebihan. Karena itu, peserta perlu memahami manfaat perlindungan sesuai kebutuhan dan ketentuan polis yang dimiliki.

|Baca juga: BUKA Genjot Ekspansi di Segmen Mitra, Ritel, Gaming, dan Investasi

|Baca juga: Pemprov DKI Jakarta dan Bank Jakarta Raih Penghargaan pada Cita Loka Fest 2026

Aldi mengingatkan setiap produk asuransi memiliki batas manfaat yang telah ditetapkan. Pemahaman mengenai batas perlindungan tersebut dinilai penting agar ekspektasi peserta tetap sejalan dengan cakupan manfaat yang tersedia.

Di sisi lain, perusahaan asuransi terus melakukan berbagai langkah efisiensi untuk menjaga kesehatan bisnis. Upaya tersebut dilakukan melalui digitalisasi layanan, penyederhanaan proses operasional, serta peningkatan efektivitas kerja di lingkungan perusahaan.

Langkah efisiensi tersebut dinilai penting agar produk asuransi tetap kompetitif di tengah kenaikan biaya kesehatan. Selain menjaga keberlanjutan usaha, efisiensi juga diharapkan mendukung kemampuan perusahaan dalam memberikan perlindungan yang optimal kepada pemegang polis.

|Baca juga: Beban Klaim JKN Melonjak hingga Puluhan Triliun, BPJS Kesehatan Soroti Tren Inflasi Medis

|Baca juga: Bank DBS Indonesia Siap Terus Dampingi Nasabah di Tengah Volatilitas Pasar

“Perusahaan asuransi tentunya akan menjaga itu di mana kita juga menjaga lebih efisien baik secara pelayanan, bagaimana kita mengubah dari manual ke digital. Semua tujuannya menjadikan produk yang kita tawarkan dan premi yang kita keluarkan itu kompetitif di masyarakat dan tentunya bisa memberikan perlindungan yang maksimal kepada para pemegang polis kami,” pungkas Aldi.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post IHSG Berbalik Menguat di Sesi I
Next Post DBS Yakin Pemerintah dan Regulator Monitor Dampak dari Kenaikan BI-Rate

Member Login

or