1
1

Jelang Iduladha, Berikut Cara Menabung Kurban agar Lebih Tenang

Ilustrasi. | Bank Jago

Media Asuransi, JAKARTA – Iduladha menjadi momen tahunan yang identik dengan berbagi dan refleksi spiritual. Namun dalam praktiknya, masih banyak orang yang baru mulai mempersiapkan dana kurban mendekati hari raya. Akibatnya, pengeluaran terasa mendadak dan tidak jarang mengganggu pos keuangan lain, termasuk dana darurat.

Padahal, karena sifatnya rutin setiap tahun, kebutuhan kurban sebenarnya bisa direncanakan jauh-jauh hari agar kondisi finansial tetap aman dan ibadah terasa lebih tenang. Nah, supaya kurban tahun ini lebih siap dan finansial tetap aman, ada beberapa tips yang bisa mulai diterapkan dari sekarang.

|Baca juga: Bos OJK Wanti-wanti Lonjakan NPL Properti Berpotensi Hantam Kinerja Asuransi Kredit

|Baca juga: IIS Ungkap Tantangan Baru Asuransi Syariah di Tengah Gejolak Geopolitik Global

Head of Retail Banking Brand and Marketing Bank Jago Michael Hartawan mengatakan Bank Jago percaya setiap uang punya tempat dan tujuan. “Untuk itu kami mengembangkan fitur Kantong di Aplikasi Jago, yang dapat dipersonalisasi hingga 60 kantong,” katanya, dikutip dari keterangannya, Rabu, 20 Mei 2026.

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Media Asuransi (@mediaasuransinews)

Untuk kebutuhan ibadah kurban, tambahnya, pengguna dapat membuat Kantong khusus kurban, mengatur target dana, dan memanfaatkan fitur auto budgeting di aplikasi Jago agar persiapan kurban jadi lebih terencana dan konsisten.

|Baca juga: Respons OJK saat Hasil Investasi Asuransi Syariah Jadi Negatif Rp121,84 Miliar di Maret 2026

“Dengan perencanaan yang lebih rapi, ibadah kurban bisa terasa lebih ringan tanpa harus mengganggu dana darurat atau kebutuhan penting lainnya,” ucapnya.

Berikut strategi menabung kurban sesuai waktu persiapan:

Perencanaan jauh hari (10-12 bulan)

Ini cara paling ideal. Jika harga kambing Rp3 juta maka cukup menyisihkan Rp250 ribu hingga Rp300 ribu per bulan. Angka ini biasanya terasa lebih ringan dan tidak terlalu membebani pengeluaran bulanan

Perencanaan tengah tahun (5-6 bulan)

Perlu menyisihkan sekitar Rp500 ribu hingga Rp600 ribu per bulan. Di tahap ini, mungkin perlu sedikit memangkas anggaran lain, seperti gaya hidup agar tidak memotong jatah dana darurat.

Kondisi mendadak (satu bulan/beberapa minggu menjelang)

Kalau baru ingat sekarang, jangan ambil dana darurat! Solusinya: cari pos idle (seperti anggaran hobi/hiburan bulan ini), jual barang preloved, atau pilih opsi kurban via lembaga sosial yang biasanya punya paket lebih terjangkau.

Masalahnya, meski teorinya sudah tahu, namun uang sering kali terasa cepat menguap kalau semua dicampur dalam satu rekening. Baru gajian sebentar, tahu-tahu dana kurban ikut dipakai untuk kebutuhan lain. Karena itu, penting untuk mulai memisahkan tabungan sesuai tujuan finansialnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Bos OJK Wanti-wanti Lonjakan NPL Properti Berpotensi Hantam Kinerja Asuransi Kredit
Next Post Membaca Outlook Kinerja Pasar Obligasi di Tahun Ini

Member Login

or