Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank Permata Tbk (BNLI) atau Permata Bank mencatat laba bersih tumbuh sebesar 4,5 persen secara tahunan (YoY) di semester I/2026. Pencapaian tersebut didukung oleh pertumbuhan pendapatan operasional sebesar 3,3 persen YoY.
Permata Bank juga membukukan pertumbuhan kredit sebesar 5,3 persen YoY dengan kualitas yang terjaga dengan baik. Pencapaian ini mencerminkan konsistensi dalam menjalankan strategi bisnis yang berfokus pada pertumbuhan berkelanjutan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
Dengan mengoptimalisasikan dukungan dari Bangkok Bank Group sebagai controlling shareholder, Permata Bank terus meningkatkan sinerginya dengan menghadirkan peluang nasabah baru, rekomendasi bisnis strategis, serta dukungan layanan yang terintegrasi.
”Kinerja semester I/2026 bukan hanya mencerminkan hasil kinerja yang sehat, tetapi juga menunjukkan kepercayaan dari nasabah, serta kemampuan untuk terus beradaptasi di tengah perubahan yang berlangsung cepat,” kata Direktur Utama Permata Bank Meliza M. Rusli, dikutip dari keterangannya, Jumat, 31 Juli 2026.
|Baca juga: OCBC (NISP) Bukukan Laba Bersih Rp2,7 Triliun di Semester I/2026
|Baca juga: Danamon (BDMN) Bukukan Laba Bersih Rp2,4 Triliun di Semester I/2026
Di tengah semakin kompleksnya kebutuhan individu maupun pelaku usaha, lanjutya, Permata Bank hadir lebih dari sekadar memberikan layanan perbankan. Permata Bank mendampingi nasabah sebagai mitra finansial terpercaya dengan membangun hubungan yang kuat lintas generasi dan hadir sepanjang perjalanan finansial mereka.
“Baik sebagai individu, keluarga, maupun pelaku usaha,” ujar Meliza M. Rusli.
Rasio Loan-to-Deposit (LDR) berada pada level yang optimal di 90,3 persen per akhir Juni 2026, dengan tren yang meningkat dibandingkan dengan akhir semester I/2025 yang berada di level 85,6 persen.
Likuiditas tetap terjaga, tercermin dari pemenuhan rasio likuiditas sesuai ketentuan Basel III yang berada jauh di atas batas minimum regulasi sebesar 100 persen. Hingga akhir Juni 2026, Liquidity Coverage Ratio (LCR) secara rata-rata triwulanan tercatat pada level 333,4 persen dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) di level 124,0 persen.
Fokus tetap diarahkan pada pertumbuhan dana pihak ketiga yang berkualitas dan berkelanjutan, khususnya CASA, melalui penguatan transaksi nasabah, optimalisasi layanan digital di seluruh kanal perbankan, serta pendalaman hubungan dengan nasabah di segmen Konsumer, komersial maupun Korporasi.
“Hingga semester I/2026, rasio kontribusi CASA terjaga pada level 57,9 persen,” pungkasnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
