Media Asuransi, JAKARTA – Chief Executive Officer (CEO) AdMedika Group Dian Prambini menegaskan PT Administrasi Medika (AdMedika) berkomitmen membantu untuk menangani lonjakan biaya perawatan kesehatan yang terus terjadi sampai sekarang ini. Tidak ditampik, kondisi itu akhirnya memengaruhi kinerja asuransi kesehatan.
“AdMedika telah bekerja serius dalam membantu industri untuk mengatasi atau memiliki strategi yang lebih baik untuk menangani kenaikan biaya perawatan kesehatan ini dan juga untuk meningkatkan penetrasi asuransi kesehatan di Indonesia,” kata Dian, ditemui di The St. Regis, Jakarta, Rabu, 3 Juni 20256.
|Baca juga: Rupiah Tembus Rp17.966 per Dolar AS, BI Klaim Siap Terus Intervensi Pasar!
|Baca juga: Sejumlah Bank Catat Penurunan Beban Tenaga Kerja, Begini Kata Bos OJK!
Dengan kemampuan di Board Medical Advisors, ia menambahkan, AdMedika juga telah bekerja sama dengan jaringan penyedia layanan kesehatan untuk menerapkan jalur klinis untuk memastikan perawatan terbaik dengan tingkat efisiensi biaya yang sangat tinggi.
Group Chief Executive Officer dan Executive Director Fullerton Health Ho Kuen Loon menambahkan Fullerton Health berkomitmen membuat layanan kesehatan di semua tempat atau wilayah beroperasi termasuk di Indonesia lebih lancar, mudah diakses, dan terpercaya.
“Tujuan kami selalu untuk membantu mengurangi inflasi medis. Seperti yang Anda ketahui, inflasi layanan kesehatan atau inflasi medis biasanya lebih tinggi daripada inflasi umum, biasanya memang demikian. Harapan kami adalah menjadi bagian dari sistem yang dapat membantu mengelola biaya melalui koordinasi yang lebih baik,” ucapnya.
View this post on Instagram
Inflasi medis menjadi salah satu penyebab kenaikan biaya kesehatan dalam beberapa tahun terakhir. Di Indonesia, kenaikan biaya medis tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di kisaran lima persen.
Artinya, kenaikan tarif layanan kesehatan meningkat jauh lebih cepat dibandingkan dengan kemampuan ekonomi rata-rata masyarakat. Kondisi ini turut memicu kekhawatiran masyarakat terhadap keberlanjutan perlindungan kesehatan yang dimiliki.
|Baca juga: Perkuat Penyediaan Layanan Kesehatan di Asia, Fullerton Health Rampungkan Akuisisi AdMedika Group
|Baca juga: IHSG Ambruk Hampir 5%, Prudential Indonesia Tetap Fokus di Strategi Investasi Jangka Panjang!
Hal itu terutama terkait biaya asuransi agar tetap terjangkau di tengah risiko penyakit dan biaya perawatan yang terus meningkat. Adapun kenaikan biaya kesehatan juga terlihat dari meningkatnya pengeluaran kesehatan di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Chief Product Officer Allianz Life Indonesia Cheang Khai Au menjelaskan kenaikan biaya medis bukan hanya berdampak pada rumah sakit atau industri kesehatan. Akan tetapi juga memengaruhi cara masyarakat mempersiapkan perlindungan untuk finansialnya.
|Baca juga: Konglomerasi Keuangan Bank DBS Indonesia Dukung SMI Terbitkan Obligasi Ritel
|Baca juga: Visa: Kepercayaan, Keamanan, dan Keandalan Jadi Kunci Pertumbuhan Sistem Pembayaran di Indonesia
Di tengah inflasi medis yang terus meningkat, Cheang Khai Au menambahkan, Allianz Life Indonesia berkomitmen membantu masyarakat tetap merasa aman dan terlindungi. Allianz Life Indonesia, lanjutnya, senantiasa mengimbau nasabah untuk rutin meninjau manfaat perlindungan yang dimiliki.
“(Hal itu penting) agar dapat terus mendapatkan perlindungan kesehatan yang optimal,” pungkasnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

