1
1

Survei Bank Indonesia: Kegiatan Dunia Usaha Meningkat di Triwulan II/2026

Kompleks Perkantoran Bank Indonesia, Jakarta. | Foto: Bank Indonesia

Media Asuransi, JAKARTA – Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang dilakukan Bank Indonesia (BI) mengindikasikan kinerja kegiatan dunia usaha tetap terjaga pada triwulan II/2026. Hal ini tecermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 12,97 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan SBT pada triwulan sebelumnya sebesar 10,11 persen.

Meningkatnya kegiatan usaha tersebut didorong oleh kenaikan kinerja mayoritas Lapangan Usaha (LU) utama, antara lain LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, LU Konstruksi, serta LU Pertambangan dan Penggalian sejalan dengan aktivitas usahanya. Selain itu peningkatan LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sejalan dengan permintaan terjaga pada rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional dan high season liburan sekolah pada triwulan II/2026.

|Baca juga: Prompt Manufacturing Index (PMI)-BI di Triwulan II/2026 sebesar 51,43%, Kinerja Industri Pengolahan Tetap Terjaga

“Kapasitas produksi terpakai pada triwulan II/2026 tercatat sebesar 73,80 persen, meningkat dibandingkan dengan realisasi pada triwulan I/2026 sebesar 73,33 persen,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan resmi yang dikutip Selasa, 21 Juli 2026.

|Baca juga: Bank Indonesia Publikasikan Kurva Imbal Hasil Pasar Uang

Dia jelaskan bahwa peningkatan tersebut terutama ditopang oleh LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, LU Pertambangan dan Penggalian, dan LU Pengadaan Listrik. Sementara itu, kondisi keuangan dunia usaha secara umum tetap baik pada aspek Likuiditas maupun Rentabilitas, dengan akses kredit yang tetap mudah.

Responden memprakirakan kegiatan usaha pada triwulan III/2026 terjaga dengan SBT sebesar 11,75 persen. Kinerja lapangan usaha yang diprakirakan meningkat terutama pada LU Industri Pengolahan, LU Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Motor sejalan dengan prakiraan terjaganya permintaan masyarakat, serta LU Konstruksi seiring dengan berlanjutnya pengerjaan sejumlah proyek pemerintah dan swasta.

Selain itu, kinerja kegiatan usaha pada LU Pertambangan dan Penggalian juga diprakirakan meningkat. “Hal ini dipengaruhi oleh penurunan curah hujan sehingga mendorong kenaikan aktivitas pertambangan,” jelas Ramdan.

Editor: S. Edi Santosa

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Minat Investor Asing ke Saham Bank Jumbo Mulai Pulih, Mirae Asset: Sinyal Positif bagi Pasar RI
Next Post Gojek Hadirkan Program Apresiasi ‘Paket’ Lengkap bagi Seluruh Mitra Driver dan Keluarga

Member Login

or