Media Asuransi, JAKARTA – PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) mengungkapkan penyakit kanker masih menjadi penyumbang nilai klaim kesehatan terbesar yang dibayarkan perusahaan kepada nasabah. Sementara penyakit ginjal kronis atau Chronic Kidney Disease (CKD) menjadi penyakit dengan frekuensi klaim tertinggi.
Chief Health Officer Prudential Indonesia Yosie William Iroth mengatakan tren tersebut masih terlihat dalam portofolio klaim kesehatan perusahaan hingga saat ini.
|Baca juga: Prudential Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp2,4 Triliun di 2025
|Baca juga: Prudential Indonesia Klaim Gelombang PHK Belum Berdampak pada Bisnis Asuransi
“Dari tahun ke tahun memang klaim terbesar secara nilai itu masih didominasi oleh kanker. Ada dua tipe kanker, yakni kanker payudara dan kanker paru-paru. Di tengah-tengah itu ada penyakit jantung,” kata Yosie, di Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026.
Menurut dia, jika dihitung berdasarkan nilai klaim yang dibayarkan, kanker masih menjadi penyakit dengan porsi terbesar dibandingkan dengan penyakit lainnya.
View this post on Instagram
“Jadi terbesar itu memang masih kanker kalau digabung. Walaupun kalau secara insiden, tadi kan secara amount ya, secara insiden memang paling tinggi adalah berhubungan dengan chronic kidney disease,” ujarnya.
Yosie menjelaskan tingginya frekuensi klaim CKD tidak terlepas dari kebutuhan perawatan jangka panjang yang harus dijalani pasien. Penderita penyakit ginjal kronis umumnya memerlukan tindakan cuci darah secara rutin, bahkan bisa dilakukan beberapa kali dalam sepekan.
Sebagai informasi, sepanjang 2025, Prudential membayarkan klaim dan manfaat sebesar Rp16 triliun atau turun 12,09 persen dibandingkan dengan Rp18,2 triliun pada 2024.
|Baca juga: Rupiah Tembus Rp17.966 per Dolar AS, BI Klaim Siap Terus Intervensi Pasar!
|Baca juga: Sejumlah Bank Catat Penurunan Beban Tenaga Kerja, Begini Kata Bos OJK!
Di sisi kinerja keuangan, Prudential membukukan laba bersih sebesar Rp2,4 triliun pada 2025, meningkat 44 persen dibandingkan dengan Rp1,7 triliun pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh pendapatan premi yang naik dua persen secara tahunan menjadi Rp21,1 triliun.
Dari total premi tersebut, pendapatan premi bisnis baru tercatat meningkat enam persen menjadi Rp2,9 triliun. Sementara itu, produk unitlink masih menjadi kontributor terbesar dengan porsi 75 persen terhadap total premi perusahaan.
Adapun tingkat solvabilitas Prudential tetap terjaga dengan rasio Risk Based Capital (RBC) sebesar 466 persen pada 2025, jauh di atas ketentuan minimum yang ditetapkan regulator sebesar 120 persen.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

