Media Asuransi, JAKARTA – Allianz Indonesia melalui Yayasan Allianz Peduli (YAP), bekerja sama dengan lingkaran, sebuah platform pendidikan kreatif yang berfokus pada pengembangan talenta, wirausaha, dan keterampilan relevan untuk dunia kerja, memperkuat komitmennya terhadap pemberdayaan ekonomi melalui EMPOWERED+.
Sebagai bagian dari salah satu pilar CSR Allianz Indonesia, yaitu Pemberdayaan Ekonomi, program EMPOWERED+ dirancang untuk membantu UMKM Indonesia terus bertumbuh melalui penguatan kapasitas bisnis yang inklusif dan berkelanjutan.
|Baca juga: Bukan Sekadar Gender, Ini Alasan Perempuan Belum Banyak Duduk di Kursi Direksi
|Baca juga: Inflasi Kesehatan RI Jadi Tertinggi di Asia, Industri Asuransi Mulai Kewalahan!
Melalui EMPOWERED+, UMKM termasuk yang melibatkan penyandang disabilitas didorong untuk membangun fondasi bisnis yang lebih kokoh, mulai dari penguatan strategi pasar, peningkatan efisiensi operasional, hingga pengelolaan keuangan yang lebih baik, sebagai bekal untuk bertumbuh dan memperluas dampak.
Dalam fase pembelajaran (learning phase), peserta mengikuti masterclass terstruktur dan mentoring intensif, sekaligus menyusun scale-up plan sebagai peta jalan pertumbuhan usaha.
|Baca juga: Green SM Indonesia Buka Suara terkait Tabrakan Kereta di Bekasi Timur
|Baca juga: OJK Klaim Berkomitmen Terus Lakukan Pendalaman Pasar Modal, Ini Harapannya!
Proses ini didukung Learning Management System (LMS) agar pembelajaran dapat diakses secara fleksibel dan terstruktur di tengah operasional bisnis, sekaligus memudahkan monitoring perkembangan peserta.
Setelah menyelesaikan fase pembelajaran, program berlanjut ke tahapan akselerasi di 2026 yang berfokus pada implementasi rencana pertumbuhan, pendampingan berkelanjutan, monitoring, serta evaluasi dan pengukuran dampak, untuk memastikan strategi bisnis dijalankan secara disiplin dan berkesinambungan.
|Baca juga: OJK Sebut Gen Z Sudah Melek Keuangan tapi Masih Sering Terjebak FOMO Investasi
|Baca juga: Asuransi Harta Aman Pratama (AHAP) Ajukan Penambahan Modal di RUPS
Ketua Yayasan Allianz Peduli Ni Made Daryanti menyebutkan EMPOWERED+ dirancang bukan hanya sebagai pelatihan, tetapi sebagai proses pendampingan yang membangun kesiapan UMKM untuk terus bertumbuh secara bertahap dan berkelanjutan.
“Kami percaya UMKM memiliki peran krusial dalam pertumbuhan ekonomi, dan melalui program ini kami ingin memperluas akses penguatan kapasitas yang relevan, termasuk bagi UMKM inklusif yang melibatkan penyandang disabilitas,” ujar Ni Made Daryanti, dalam keterangan resminya, Selasa, 28 April 2026.
Program EMPOWERED+ secara keseluruhan melibatkan 450 peserta UMKM dari seluruh Indonesia dan 25 UMKM terpilih melalui proses seleksi dan onboarding.
|Baca juga: APRDI Ajak Banyak Pihak Gotong-Royong Ciptakan Budaya Investasi di Reksa Dana
|Baca juga: Dari Tidak Diminati Jadi Dilirik, Ini Rahasia India Gaet Investor Reksa Dana
Salah satu elemen utama program adalah penyusunan scale-up plan yang komprehensif sebagai dasar implementasi pertumbuhan usaha, dengan dukungan seed funding bagi UMKM terpilih untuk memperkuat kesiapan akselerasi di 2026.
Direktur lingkaran Wendy Pratama menjelaskan kolaborasi ini berangkat dari keyakinan UMKM dapat bertumbuh lebih cepat jika mendapat akses pengetahuan yang tepat, pendampingan yang dekat, dan alat ukur yang jelas.
“Bersama Allianz Indonesia dan Yayasan Allianz Peduli, kami mendorong peserta menerjemahkan strategi menjadi langkah nyata melalui scale-up plan dan pendampingan implementasi,” pungkas Wendy.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
