Media Asuransi, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan pendalaman pasar modal merupakan bagian integral dari agenda reformasi pasar modal. Pendalaman pasar perlu dilakukan untuk memaksimalkan pertumbuhan bursa saham di Tanah Air sekaligus memperluas dampaknya terhadap perekonomian.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menjelaskan penguatan integritas tentu tidak hanya didukung oleh kualitas dari tata kelola semata, tetapi juga harus didukung dengan perluasan partisipasi masyarakat atau publik sebagai investor dalam negeri.
|Baca juga: Bos OJK: Pasar Modal Berperan Strategis Dukung Pembiayaan Pembangunan RI
|Baca juga: Dharma Satya Nusantara (DSNG) Bukukan Laba Rp421 Miliar di Kuartal I/2026
“Angka terakhir per 24 April 2026, jumlah investor pasar modal terus menunjukkan angka peningkatan yang signifikan dari waktu ke waktu,” kata Hasan, dalam sambutannya di Kegiatan Peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana serta Pembukaan Pekan Reksa Dana Tahun 2026, di Jakarta, Senin, 27 April 2026.
Jika dirinci, lanjutnya, jumlah investor pasar modal Indonesia sudah menembus angka 26,12 juta investor per 24 April 2026. Dari angka itu, investor di industri pengelolaan investasi mencapai 24,86 juta dan diharapkan angka tersebut bisa terus meningkat di masa mendatang.
“Jadi luar biasa mayoritas investor kita, bahkan tentu menjadi jalur yang tepat sebagai investor pemula mengawali membuka rekening dan menjadi investor di pasar modal melalui memanfaatkan produk dan layanan di industri reksa dana,” jelasnya.
Dengan kondisi itu, dirinya pun mengajak Ketua Presidium Asosiasi Pelaku Reksa Dana & Investasi Indonesia (APRDI) Lolita Liliana untuk bisa bersama-sama meningkatkan industri reksa dana dengan harapan berdampak positif terhadap industri pasar modal Indonesia.
|Baca juga: Investor Asing Rentan Kabur, Airlangga Siapkan Gen Z Jadi Tameng Pasar Modal Indonesia
|Baca juga: APRDI Sebut Ruang Tumbuh Reksa Dana Masih Sangat Besar, Ini Alasannya!
“Jadi ini titipan betul-betul buat Ibu Lolita dan teman-teman di industri reksa dana kita. Karena 54,71 persen investor dimaksud usianya sangat muda, di bawah 30 tahun. Tentu di satu sisi menunjukkan bagaimana peran strategis generasi muda sebagai penggerak utama pasar modal kita ke depan,” ungkap Hasan.
Tetapi pada sisi lain, masih kata Hasan Fawzi, keterbatasan informasi dan pemahaman sebagai investor pemula menjadi amanah yang harus dipegang bersama. Ia menegaskan sekecil atau sebesar apa pun dana yang dititipkan di industri pasar modal maka merupakan aset berharga dari masing-masing investor.
|Baca juga: Disindir Purbaya, Pendalaman Pasar Modal RI Dinilai Belum Kunjung Terwujud
|Baca juga: Investor Asing Rentan Kabur, Airlangga Siapkan Gen Z Jadi Tameng Pasar Modal Indonesia
“Yang tentu pengelolaannya diamanahkan untuk dilakukan dengan integritas yang tinggi dengan mengedepankan kepentingan pelindungan kepada investor kita,” pungkasnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
