1
1

APRDI Ajak Banyak Pihak Gotong-Royong Ciptakan Budaya Investasi di Reksa Dana

Ketua Presidium APRDI Lolita Liliana. | Foto: Media Asuransi/Angga Bratadharma

Media Asuransi, JAKARTA – Asosiasi Pelaku Reksa Dana & Investasi Indonesia (APRDI) mengaku butuh berbagai macam upaya dan dukungan dari sejumlah pihak terkait untuk menciptakan budaya investasi salah satunya melalui reksa dana. Pencapaian itu diharapkan memiliki dampak berganda terhadap perekonomian.

“Kami sadar masih banyak yang harus dilakukan untuk menciptakan budaya investasi,” kata Ketua Presidium APRDI Lolita Liliana, dalam sambutannya di Kegiatan Peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana serta Pembukaan Pekan Reksa Dana Tahun 2026, di Jakarta, Senin, 27 April 2026.

|Baca juga: Inilah Peraih CEO Award 2026 Media Asuransi

 |Baca juga: CASA Melonjak 40,6%, SMBC Indonesia Cetak Kinerja Solid di Awal 2026

Karena itu, lanjutnya, APRDI membutuhkan dukungan dan kerja sama dari seluruh pihak terkait untuk mengembangkan industri pasar modal Indonesia, khususnya industri reksa dana. Apabila industri reksa dana tumbuh dan berkembang, ia meyakini dampaknya bisa menjalar ke perekonomian dan pembangunan Tanah Air.

“Kami butuh dukungan dan kerja sama dari seluruh pihak untuk mengembangkan pasar modal Indonesia, khususnya industri reksa dana karena akan membawa dampak multiplier yang signifikan bagi perekonomian dan masa depan bangsa,” ucapnya.

Berangkat dari kondisi itu, tambahnya, APRDI pada 2026 melaksanakan kegiatan berupa edukasi keuangan kepada masyarakat. Harapannya, masyarakat luas lebih memahami mengenai produk reksa dana dan merasa lebih tenang, aman, dan terjangkau saat berinvestasi.

|Baca juga: Isu Merger dengan MUFG Menyeruak, Begini Penjelasan Resmi Bank Danamon (BDMN)!

|Baca juga: Astra International (ASII) Bakal Tebar Dividen Final Rp292 per Saham, Simak Jadwal Lengkapnya!

“Untuk itu di 2026 ini APRDI melaksanakan kegiatan sosedu APRDI 2026 dengan mengambil tema ‘Setenang Itu‘, serta mengenalkan logo dan taglineReksa Dana Aja. ‘Setenang Itu‘ untuk menggambarkan berinvestasi itu dilakukan dengan cara yang mudah, terjangkau, aman, dan tenang. Tanpa ribet, tanpa repot,” tukasnya.

Sedangkan logo dan taglineReksa dana Aja‘ digambarkan agar lebih mudah diingat, mudah dicerna, dan kekinian. “Karena investornya sebagian besar lebih dari 50 persen berusia di bawah 30 tahun,” jelasnya.

Pada saat yang sama, lanjutnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menginisiasi kampanye nasional ‘Pintar Reksa Dana‘ yaitu program investasi terencana dan berkala untuk menggerakan masyarakat agar mulai berinvestasi rutin dan terencana guna mencapai tujuan keuangan masa depan.

|Baca juga: Isu Merger dengan MUFG Menyeruak, Begini Penjelasan Resmi Bank Danamon (BDMN)!

|Baca juga: APRDI Sebut Ruang Tumbuh Reksa Dana Masih Sangat Besar, Ini Alasannya!

“Rangkaian kegiatan kolaborasi sosedu APRDI 2026 bersama OJK dan SRO diawali dengan kegiatan pre-event di enam kota, yaitu di Surabaya, Semarang, Medan, Makassar, Bandung, dan Palembang. Kami adakan edukasi untuk wartawan atau jurnalis daerah dan mahasiswa dari berbagai kampus yang berbeda,” tuturnya.

Sementara puncaknya, tambahnya, bersama-sama melakukan peluncuran Pintar Reksa Dana pada Pekan Reksa Dana 2026. “Kami berharap kegiatan ini dilakukan secara berkesinambungan agar memberikan dampak yang signifikan bukan hanya kepada peserta edukasi namun juga kepada masyarakat pada umumnya,” pungkasnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post OJK Klaim Berkomitmen Terus Lakukan Pendalaman Pasar Modal, Ini Harapannya!
Next Post Dari Tidak Diminati Jadi Dilirik, Ini Rahasia India Gaet Investor Reksa Dana

Member Login

or