1
1

Allianz Life Indonesia: Fokus Diversifikasi Global untuk Bangun Portofolio yang Tangguh

Ilustrasi. | Foto: Pressmaster from Envato

Media Asuransi, JAKARTA – Allianz Life Indonesia memandang diversifikasi global bukan soal memilih antara investasi domestik atau luar negeri. Fokusnya adalah membangun portofolio yang lebih tangguh melalui kombinasi aset yang sesuai dengan tujuan investasi, jangka waktu, dan profil risiko masing-masing investor.

Chief Investment Officer Allianz Life Indonesia Ni Made Daryanti mengungkapkan ketika seseorang memiliki tujuan keuangan yang melibatkan valuta asing atau eksposur terhadap pasar global maka diversifikasi dapat menjadi salah satu pendekatan yang dipertimbangkan secara terukur.

“Jadi, bukan sekadar mengikuti pergerakan kurs, melainkan memahami peran setiap aset dalam keseluruhan portofolio,” kata Ni Made Daryanti, dikutip dari keterangan resminya, Selasa, 29 September 2026.

Menariknya, relevansi diversifikasi global juga dapat semakin terasa ketika kebutuhan finansial seseorang mulai memiliki dimensi lintas negara, seperti rencana pendidikan di luar negeri, perjalanan internasional, kepemilikan aset global, maupun tujuan investasi jangka panjang.

Dalam kondisi tersebut, eksposur terhadap mata uang atau pasar yang berbeda dapat menjadi salah satu pertimbangan yang relevan, dengan tetap memperhatikan profil risiko dan kebutuhan masing-masing investor.

Lebih lanjut, diversifikasi global bukan berarti mengganti seluruh investasi domestik dengan aset asing. Sebaliknya, diversifikasi bertujuan melengkapi portofolio dengan eksposur yang lebih beragam agar selaras dengan tujuan investasi, horizon waktu, dan profil risiko investor. Berikut beberapa aspek yang perlu diperhatikan:

1. Diversifikasi tidak berhenti pada jenis aset

Investor dapat melakukan diversifikasi berdasarkan kelas aset, sektor, negara atau wilayah, hingga mata uang. Memiliki banyak produk investasi belum tentu berarti portofolio sudah terdiversifikasi jika sebagian besar aset tetap terkonsentrasi pada sektor, pasar, atau mata uang yang sama.

2. Memahami peran mata uang dalam portofolio investasi

Pergerakan nilai tukar merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi nilai investasi global. Oleh karena itu, investor perlu mempertimbangkan tidak hanya kinerja aset yang dipilih, tetapi juga dampak perubahan kurs terhadap nilai portofolionya.

|Baca juga: Rupiah Tembus Rp18 Ribu, Begini Kata BI!

Dalam investasi dengan eksposur mata uang asing, hasil investasi dapat dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu kinerja aset dan pergerakan nilai tukar. Oleh sebab itu, eksposur mata uang sebaiknya dipandang sebagai bagian dari strategi diversifikasi yang disesuaikan dengan tujuan investasi dan profil risiko masing-masing investor.

3. Diversifikasi global melengkapi, bukan menggantikan investasi domestik

Diversifikasi global bukan berarti investor perlu mengurangi atau mengganti seluruh investasi domestiknya dengan aset asing. Sebaliknya, pendekatan ini bertujuan untuk membangun portofolio yang lebih beragam sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada kinerja satu pasar, sektor, atau mata uang tertentu.

|Baca juga: Morgan Stanley Jual 450 Juta Saham GOTO, Kepemilikan Turun Jadi 6,98%

|Baca juga: Asuransi Harta (AHAP) Siapkan Rights Issue Rp175 Miliar, Ini Tujuannya!

Dengan memiliki eksposur pada berbagai sumber pertumbuhan, investor dapat mengelola risiko portofolio secara lebih baik sekaligus membuka akses pada peluang investasi yang lebih luas.

4. Ada peluang, tetapi ada pula risiko yang perlu dipahami

Akses ke pasar global dapat memberikan eksposur terhadap lebih banyak aset dan wilayah. Namun, investor juga menghadapi risiko nilai tukar, volatilitas pasar global, biaya transaksi dan konversi, serta risiko dari aset yang dipilih.

Diversifikasi dapat membantu mengurangi konsentrasi risiko dalam portofolio, namun tidak menjamin keuntungan maupun menghilangkan risiko investasi.

5. Kebutuhan finansial menjadi salah satu pertimbangan

Diversifikasi ke mata uang asing dapat lebih relevan bagi seseorang yang memiliki kebutuhan dana dalam valuta asing, khususnya di masa mendatang, seperti biaya pendidikan anak di luar negeri. Dengan begitu, keputusan diversifikasi tidak semata didasarkan pada prediksi apakah Rupiah akan menguat atau melemah.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post IHSG Sesi I Masih Tertekan Saham ARB dan Rupiah
Next Post Dana Pensiun Makin Agresif Masuk SRBI, Penempatan Tembus Rp18,52 Triliun

Member Login

or