1
1

Asuransi Dihadapkan 10 Tantangan Besar di 2026, Industri Wajib Siapkan Ini!

Ilustrasi. | Foto: Kindel Media via Pexels

Media Asuransi, GLOBAL – Industri asuransi global diperkirakan menghadapi perubahan besar pada 2026. Laporan dari Oliver Wyman menyebut perusahaan asuransi harus bergerak lebih cepat karena tekanan dari faktor geopolitik, perkembangan teknologi, dan masuknya modal swasta.

Dilansir dari Insurance Asia, Rabu, 29 April 2026, dalam laporan dijelaskan, perusahaan asuransi kini perlu menata ulang strategi bisnisnya, mulai dari penempatan modal, pengembangan SDM, hingga penggunaan teknologi.

Hal ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan global, aturan digital yang makin ketat, serta perubahan kebijakan industri di berbagai negara. Selain itu, peran investor atau modal swasta juga semakin besar. Mereka mendorong terjadinya konsolidasi, penjualan portofolio, hingga pengembangan model bisnis baru berbasis aset.

|Baca juga: Dari Tidak Diminati Jadi Dilirik, Ini Rahasia India Gaet Investor Reksa Dana

|Baca juga: Allianz Indonesia Dorong UMKM Tumbuh Inklusif dan Berkelanjutan Lewat Program EMPOWERED+

Dari sisi teknologi, penggunaan kecerdasan buatan atau AI mulai digunakan dalam operasional sehari-hari, tidak lagi sekadar uji coba. Teknologi ini membantu analisis data dan pekerjaan dalam skala besar, namun keputusan tetap dilakukan oleh manusia.

Oliver Wyman menilai, meski prioritas tahun sebelumnya masih relevan, namun perusahaan asuransi kini butuh strategi yang lebih jelas, eksekusi yang lebih cepat, dan pengelolaan modal yang lebih fokus.

Laporan tersebut merangkum 10 prioritas utama bagi bos perusahaan asuransi pada 2026. Beberapa di antaranya adalah menyatukan strategi perusahaan, mengelola merger dan reasuransi secara terintegrasi, serta siap menghadapi risiko geopolitik dan regulasi.

|Baca juga: Inflasi Kesehatan RI Jadi Tertinggi di Asia, Industri Asuransi Mulai Kewalahan!

|Baca juga: OJK Klaim Berkomitmen Terus Lakukan Pendalaman Pasar Modal, Ini Harapannya!

Di sisi peluang, sektor infrastruktur seperti pusat data, listrik, hingga sistem pendingin dinilai bisa menjadi sumber pertumbuhan baru bagi industri asuransi.

Selain itu, perusahaan juga diminta menyesuaikan produk dengan kebutuhan nasabah, memperkuat bisnis perlindungan keuangan dan pensiun, serta memperbarui kerja sama dengan bank dan mitra lainnya.

Untuk mendukung semua itu, perusahaan asuransi juga perlu menyiapkan tenaga kerja yang siap menghadapi era AI, dengan kolaborasi antara tim SDM dan teknologi.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Asuransi Ramayana (ASRM) Berencana Rombak Jajaran Bos di RUPS 2026?
Next Post DAI Ungkap Konflik Timur Tengah Bisa Jadi Penyebab Premi Asuransi Naik Meski Tidak Ada Klaim

Member Login

or