Media Asuransi, JAKARTA – Banyak pekerja di Indonesia ternyata tidak menyadari masih memiliki dana pensiun setelah berhenti bekerja. Kondisi tersebut membuat dana pensiun menjadi tidak aktif karena peserta tidak melakukan klaim maupun pemantauan terhadap saldo yang masih tersimpan.
Ketua Pengurus DPLK Manulife Indonesia sekaligus Ketua Bidang Literasi dan Pengembangan Usaha Asosiasi DPLK Indonesia Erna Wijaya mengatakan persoalan itu dipicu rendahnya pemahaman masyarakat mengenai program dana pensiun.
|Baca juga: Bank Mandiri (BMRI) Salurkan KUR Rp17,77 Triliun hingga Mei 2026
|Baca juga: APPARINDO dan DPLK Manulife Gelar Workshop, Ajak Industri Perluas Kepesertaan Dana Pensiun
Menurutnya, banyak peserta menganggap manfaat yang diterima dari perusahaan berhenti ketika mereka mengundurkan diri.
“Pada saat resign mereka lupa kalau punya DPLK. Makanya di setiap DPLK banyak sekali dana tidak aktif karena kurangnya pemahaman masyarakat bahwa dananya itu sebenarnya berkembang terus,” ujar Erna, dalam Workshop APPARINDO dan DPLK Manulife Indonesia di Jakarta, Rabu, 8 Juli 2026.
Erna menjelaskan rendahnya literasi dana pensiun masih menjadi tantangan besar di industri. Tidak sedikit masyarakat yang bahkan baru mengetahui keberadaan program DPLK setelah mendapatkan penjelasan secara langsung dari penyedia layanan.
View this post on Instagram
“Pada saat kita berbicara dana pensiun, mereka bertanya, ‘Ini apa ya?’ Setelah dijelaskan produknya, mereka baru bilang, ‘Kok saya enggak pernah dengar, padahal sebenarnya bagus’,” katanya.
Menurut Erna, kondisi tersebut mendorong asosiasi dan penyelenggara DPLK untuk terus memperluas edukasi kepada masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan ialah memanfaatkan media digital dan melibatkan seluruh anggota asosiasi agar informasi mengenai dana pensiun menjangkau lebih banyak pekerja.
|Baca juga: Liburan Nyaman Tidak Hanya soal Tiket dan Itinerary, Proteksi Juga Penting
|Baca juga: Industri Asuransi Berpeluang Ketiban ‘Durian Runtuh’ Rp1 Triliun Akibat Inflasi Kesehatan
“Saya mengajak teman-teman DPLK bergiliran membuat konten edukasi di Instagram, LinkedIn, dan media lainnya supaya semakin banyak orang yang paham tentang dana pensiun,” ujarnya.
|Baca juga: Mirae Asset: Faktor Eksternal Menentukan Arah Sentimen Pasar di Semester II/2026
Ia menambahkan peningkatan literasi tidak hanya penting bagi calon peserta, tetapi bagi pekerja yang telah memiliki rekening dana pensiun. Dengan pemahaman yang lebih baik, peserta diharapkan dapat mengelola manfaat pensiunnya secara optimal dan tidak kehilangan hak hanya karena tidak mengetahui dana tersebut masih tersimpan.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

