1
1

OJK Catat Aset Industri Asuransi Tembus Rp1.197 Triliun, tapi Pertumbuhan Premi Masih Landai!

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono. | Foto: OJK

Media Asuransi, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan industri asuransi tetap mencatatkan pertumbuhan aset hingga Mei 2026. Namun, kenaikan pendapatan premi masih melandai di tengah dinamika bisnis asuransi.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan total aset industri asuransi terus meningkat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

|Baca juga: Allianz Research: Permintaan Asuransi Kesehatan Melonjak di Tengah Kenaikan Biaya Medis

|Baca juga: Allianz Sebut Fragmentasi Berpotensi Jadi Cuan Baru bagi Industri Asuransi

“Aset industri asuransi pada Mei 2026 mencapai Rp1.197,04 triliun atau naik 2,87 persen secara tahun ke tahun,” ujar Ogi, dalam konferensi pers RDKB OJK, Selasa, 7 Juli 2026.

Di sisi lain, lanjut Ogi, pertumbuhan premi industri belum setinggi kenaikan aset. OJK mencatat akumulasi premi asuransi komersial hanya tumbuh kurang dari satu persen secara tahunan.

“Akumulasi pendapatan premi pada periode Mei 2026 mencapai Rp139,54 triliun atau tumbuh sebesar 0,67 persen secara tahun ke tahun,” katanya.

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Media Asuransi (@mediaasuransinews)

Ogi menjelaskan pendapatan tersebut ditopang oleh premi asuransi jiwa yang masih mencatatkan pertumbuhan positif. Sementara itu, premi asuransi umum dan reasuransi masih mengalami kontraksi.

|Baca juga: Allianz Research Sebut Potensi Pasar Asuransi Indonesia Masih Sangat Besar

|Baca juga: Allianz: Menjaga Keterjangkauan Premi Penting untuk Perlindungan Jangka Panjang

“Premi asuransi jiwa tumbuh 5,87 persen menjadi Rp76,79 triliun, sedangkan premi asuransi umum dan reasuransi terkontraksi 5,03 persen menjadi Rp62,75 triliun,” pungkas Ogi.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Allianz Indonesia: Lonjakan Biaya Medis, Ujian Besar Keberlanjutan Ekosistem Kesehatan
Next Post INDEF Berharap Danantara Melanjutkan Transformasi Fundamental Bisnis 

Member Login

or