Media Asuransi, JAKARTA – Asosiasi Perusahaan Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (APPARINDO) bersama DPLK Manulife Indonesia menggelar workshop bertema ‘Kolaborasi Distribusi untuk Memperluas Kepesertaan Dana Pensiun‘ pada Rabu, 8 Juli 2026.
Kegiatan ini menjadi ajang kolaborasi untuk memperluas literasi dan kepesertaan dana pensiun di Indonesia.
Presiden Direktur dan CEO Manulife Indonesia Lauren Sulistiawati mengatakan workshop tersebut kembali digelar setelah kegiatan serupa tahun lalu mendapat respons positif. Menurutnya, semakin panjangnya usia harapan hidup membuat masyarakat perlu mulai menyiapkan dana pensiun sejak dini.
|Baca juga: Kredit Macet Paylater Naik Jadi 3,44%, OJK Beberkan Penyebabnya
|Baca juga: Bank Mandiri (BMRI) Salurkan KUR Rp17,77 Triliun hingga Mei 2026
“Bagaimana kita terus memberikan literasi supaya lebih banyak orang mengerti bahwa mempersiapkan pensiun itu sedini-dininya lebih bagus,” kata Lauren, dalam paparannya.
Ia menilai kolaborasi antara perusahaan, asosiasi, dan regulator penting agar semakin banyak masyarakat memahami manfaat dana pensiun. Manulife juga berkomitmen menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di setiap tahap kehidupan.
Di samping itu, Ketua Umum APPARINDO Yulius Bhayangkara mengatakan, perusahaan pialang asuransi memiliki peran strategis karena berhubungan langsung dengan banyak perusahaan. Menurutnya, jaringan tersebut bisa dimanfaatkan untuk memperluas edukasi mengenai dana pensiun kepada para pekerja.
“Yang bisa dilakukan adalah berkolaborasi, kemudian kita join, kita punya strength dan kita lakukan sesuatu,” ujarnya.
Ketua Pengurus DPLK Manulife Indonesia Erna Wijaya menambahkan dana pensiun bukan hanya penting bagi nasabah, tetapi juga perlu dipersiapkan oleh setiap orang. Sebab, setiap pekerja pada akhirnya akan memasuki masa pensiun.
“Kolaborasi dengan APPARINDO diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat agar lebih siap secara finansial saat memasuki usia pensiun. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu bergantung kepada keluarga ketika sudah tidak lagi bekerja,” ujar Erna.
View this post on Instagram
Menurut Erna, pengembangan dana pensiun juga menjadi bagian dari target jangka panjang pemerintah. Saat ini kontribusi industri dana pensiun terhadap PDB masih sekitar delapan persen, sehingga masih diperlukan upaya bersama untuk meningkatkan kepesertaan melalui edukasi dan kolaborasi.
|Baca juga: OJK Tindak Lanjuti Putusan MK, Aturan Pencairan Dana Pensiun Bakal Disesuaikan
|Baca juga: Siap-siap Kena Sanksi! OJK Ungkap 11 Perusahaan Asuransi Belum Lapor Keuangan Sesuai PSAK 117
Sebagai informasi, data DPLK Manulife menunjukkan sekitar 59 persen angkatan kerja di Indonesia masih berada di sektor informal. Sementara itu, pekerja formal yang menjadi pasar potensial dana pensiun mencapai 37 persen dari total angkatan kerja.
|Baca juga: OJK Catat Aset Industri Asuransi Tembus Rp1.197 Triliun, tapi Pertumbuhan Premi Masih Landai!
|Baca juga: Berikut 6 Rekomendasi Saham untuk Jemput Cuan saat IHSG Uji Level 6.050
Namun, baru sekitar tiga persen pekerja formal yang telah dijangkau melalui DPLK maupun DPPK. Adapun nasabah eksisting DPLK Manulife baru mencakup sekitar 0,5 persen dari total angkatan kerja di sektor formal.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

