Media Asuransi, JAKARTA – Dana pesangon yang diterima pekerja setelah mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dinilai belum cukup menjadi jaminan keuangan dalam jangka panjang.
Kondisi tersebut membuat perencanaan dana pensiun sejak masih aktif bekerja menjadi semakin penting agar pekerja tetap memiliki sumber penghasilan saat memasuki masa tidak produktif.
|Baca juga: Liburan Nyaman Tidak Hanya soal Tiket dan Itinerary, Proteksi Juga Penting
|Baca juga: Industri Asuransi Berpeluang Ketiban ‘Durian Runtuh’ Rp1 Triliun Akibat Inflasi Kesehatan
Ketua Pengurus DPLK Manulife Indonesia sekaligus Ketua Bidang Literasi dan Pengembangan Usaha Asosiasi DPLK Indonesia Erna Wijaya mengatakan fenomena pesangon yang cepat habis masih banyak ditemui. Menurutnya, tidak sedikit pekerja menggunakan dana tersebut tanpa perencanaan keuangan yang matang.
“Pada saat mereka pensiun atau terkena PHK, pesangonnya belum tentu bisa bertahan sampai dua tahun. Ada yang langsung dipakai, ada yang salah investasi sehingga uangnya hilang, ada juga yang digunakan untuk liburan,” ujarnya, dalam Workshop APPARINDO dan DPLK Manulife Indonesia di Jakarta, Rabu, 8 Juli 2026.
View this post on Instagram
Erna menjelaskan tantangan itu semakin besar karena masa seseorang menganggur setelah keluar dari perusahaan tidak bisa dipastikan. Sebagian pekerja juga memilih beralih ke sektor informal atau membuka usaha sendiri yang membutuhkan waktu untuk menghasilkan pendapatan yang stabil.
“Masa dia tidak bekerja itu belum diketahui berapa lama. Ada juga yang pindah dari formal sektor ke informal sektor, akhirnya buka usaha sendiri. Jadi memang perlu ada persiapan yang matang untuk menghadapi masa tersebut,” katanya.
|Baca juga: Bos OJK Sebut Kanal Digital Jadi Pendorong Penting Pertumbuhan Industri Asuransi RI
|Baca juga: Mirae Asset: Faktor Eksternal Menentukan Arah Sentimen Pasar di Semester II/2026
Karena itu, Erna menilai, perusahaan perlu mulai mendorong karyawannya memiliki program dana pensiun sebagai pelengkap manfaat ketenagakerjaan. Menurutnya, dana pensiun dapat membantu pekerja memiliki cadangan dana yang lebih terencana sehingga tidak hanya bergantung pada uang pesangon.
“Yang kita definisikan sebagai bahagia itu adalah kesanggupan kita pada saat tua nanti untuk menghidupi diri kita sendiri. Kita bisa mandiri, tidak berharap kepada orang lain atau bahkan kepada anak-anak kita,” pungkasnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

