1
1

Bos APPARINDO Akui Banyak Broker Belum Pede Kenalkan DPLK ke Perusahaan, Ini Alasannya!

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (APPARINDO) Yulius Bhayangkara. | Foto: Media Asuransi/Muh Fajrul Falah

Media Asuransi, JAKARTA – Asosiasi Perusahaan Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (APPARINDO) mengakui masih banyak broker asuransi yang belum percaya diri memperkenalkan program Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) kepada nasabah korporasi.

Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu tantangan dalam memperluas pemanfaatan program dana pensiun di kalangan perusahaan.

|Baca juga: Berikut 6 Rekomendasi Saham untuk Jemput Cuan saat IHSG Uji Level 6.050

|Baca juga: Industri Asuransi Berpeluang Ketiban ‘Durian Runtuh’ Rp1 Triliun Akibat Inflasi Kesehatan

Ketua Umum APPARINDO Yulius Bhayangkara mengatakan keraguan tersebut bukan karena broker menilai DPLK kurang menarik. Sebaliknya, banyak broker belum berani membahas produk tersebut lantaran merasa pemahamannya masih terbatas.

“Kesulitan terbesar kadang-kadang kita enggak berani introduce karena kita enggak pede tentang pemahamannya. Takut salah menjelaskan ke klien,” ujarnya, dalam Workshop APPARINDO dan DPLK Manulife Indonesia di Jakarta, Rabu, 8 Juli 2026.

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Media Asuransi (@mediaasuransinews)

Menurut Yulius, keterbatasan pemahaman membuat broker sering melewatkan peluang untuk menawarkan solusi yang sebenarnya dibutuhkan perusahaan. Padahal, DPLK dapat menjadi pelengkap layanan yang selama ini diberikan kepada nasabah korporasi.

|Baca juga: Mirae Asset: Faktor Eksternal Menentukan Arah Sentimen Pasar di Semester II/2026

|Baca juga: Liburan Nyaman Tidak Hanya soal Tiket dan Itinerary, Proteksi Juga Penting

“Kalau ketemu bos perusahaan terus ditanya manfaatnya apa, kita enggak boleh kelihatan enggak paham. Itu yang kadang membuat broker memilih tidak mengenalkan produknya,” katanya.

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Media Asuransi (@mediaasuransinews)

Untuk mengatasi persoalan tersebut, APPARINDO mendorong kolaborasi yang lebih erat dengan para penyelenggara DPLK. Melalui kegiatan edukasi bersama, broker dapat mengundang perusahaan klien, sementara materi mengenai dana pensiun disampaikan langsung oleh tenaga ahli dari DPLK yang berkapabilitas.

“Jadi bukan brokernya yang ngomong. Yang menjelaskan adalah orang yang expert. Ini yang membuat broker lebih percaya diri untuk membawa solusi kepada client,” ucapnya.

|Baca juga: APPARINDO dan DPLK Manulife Gelar Workshop, Ajak Industri Perluas Kepesertaan Dana Pensiun

|Baca juga: Bos OJK Sebut Kanal Digital Jadi Pendorong Penting Pertumbuhan Industri Asuransi RI

Ia menilai pola kolaborasi tersebut tidak hanya meningkatkan pemahaman broker, tetapi juga mempercepat edukasi kepada perusahaan mengenai pentingnya program dana pensiun. “Dengan begitu broker dapat memperluas layanan konsultasi tanpa khawatir memberikan informasi yang kurang tepat,” pungkasnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Industri Asuransi Berpeluang Ketiban ‘Durian Runtuh’ Rp1 Triliun Akibat Inflasi Kesehatan
Next Post ASDP Layani 2,05 Juta Penumpang Selama Libur Sekolah

Member Login

or