Media Asuransi, JAKARTA – PT Prudential Life Assurance atau Prudential Indonesia meyakini kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan asuransi akan tetap ada meskipun daya beli, khususnya kelompok kelas menengah, tengah menghadapi tekanan.
Chief Customer and Marketing Officer Prudential Indonesia Karin Zulkarnaen mengatakan kebutuhan terhadap perlindungan tidak berkurang di tengah kondisi ekonomi yang menantang.
|Baca juga: Bank DBS Indonesia: Keberlanjutan Harus Terlihat dari Cara Bank Membiayai hingga Menciptakan Dampak
Sebaliknya, tren inflasi medis yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir membuat masyarakat perlu memiliki perlindungan finansial untuk mengantisipasi risiko kesehatan.
“Sebetulnya begini ya, kebutuhan terhadap proteksi itu selalu ada. Malah yang kita lihat tren beberapa tahun terakhir, medical inflation atau inflasi medis justru semakin tinggi, double digit sejak tiga tahun yang lalu,” kata Karin, kepada awak media, di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.
Ia menjelaskan ketika seseorang tidak memiliki perlindungan finansial, pengobatan tetap harus dijalani meskipun biaya layanan kesehatan terus meningkat. Kondisi tersebut membuat kebutuhan akan proteksi menjadi semakin penting dari sebelumnya untuk membantu masyarakat menghadapi risiko kesehatan yang tidak terduga.
|Baca juga: Gojek dan Kemenkes Berkolaborasi Fasilitasi Cek Kesehatan Gratis untuk Mitra Driver di 17 Kota
Kelompok kelas menengah saat ini memang dihadapkan pada berbagai kebutuhan yang harus diprioritaskan di tengah tekanan ekonomi. Meski demikian, menurutnya, perlindungan keuangan tetap perlu menjadi prioritas utama agar kondisi finansial keluarga tidak terganggu ketika menghadapi risiko kesehatan di masa mendatang.
“Memang saya mengerti juga bahwa untuk kelas menengah mungkin ada kegalauan karena mana yang harus diprioritaskan. Tapi walaupun banyak prioritas, saat ini penting sekali elemen proteksi karena kita nggak pernah tahu kapan kita bisa sakit,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan, ketiadaan perlindungan dapat berdampak pada rencana keuangan jangka panjang keluarga, mulai dari pendidikan anak hingga berbagai target masa depan lainnya.
|Baca juga: Mirae Asset Sekuritas Sebut Saham Sektor Perbankan Berpotensi Cuan saat IHSG Terjungkal
|Baca juga: Pangsa Pasar Asuransi Syariah Masih Mini, OJK: Peluangnya Besar yang Belum Digarap!
“Jadi jangan sampai impian, cita-cita keluarga, kuliah anak, dan sebagainya itu jadi buyar karena tidak memiliki proteksi. Kembali lagi, produk ini kita ciptakan agar semua wanita Indonesia, semua keluarga, bisa jadi versi terhebatmu,” tutur Karin.
Menurut dia, masyarakat sebaiknya mulai memiliki perlindungan sejak dini sesuai kemampuan keuangan masing-masing. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko beban finansial yang lebih besar di kemudian hari akibat biaya pengobatan yang terus meningkat.
“Karena itu, berapapun anggarannya, mulailah dengan proteksi sedini mungkin,” pungkasnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

