1
1

Bank DBS Indonesia: Keberlanjutan Harus Terlihat dari Cara Bank Membiayai hingga Menciptakan Dampak

Gedung Bank DBS Indonesia | Foto: Bank DBS

Media Asuransi, JAKARTA – Isu keberlanjutan semakin menjadi perhatian di sektor keuangan global maupun Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai kredit dan pembiayaan bank umum untuk kegiatan usaha berwawasan lingkungan telah mencapai lebih dari Rp2.000 triliun hingga akhir 2025.

Tren ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan akan pembiayaan berkelanjutan, pengelolaan risiko yang lebih adaptif, serta praktik bisnis yang bertanggung jawab di berbagai sektor industri.

|Baca juga: Tok! BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,25%

|Baca juga: OCBC (NISP) Catat Bisnis Wealth Management Tembus Rp120 Triliun hingga Akhir 2025

Melihat perkembangan itu, Bank DBS Indonesia memandang sustainability bukan sekadar pelengkap strategi bisnis atau program tanggung jawab sosial perusahaan. Prinsip ini menjadi bagian dari cara bank mengambil keputusan, menyalurkan pembiayaan, mengelola risiko, membangun operasional, serta menciptakan dampak jangka panjang.

Melalui Laporan Keberlanjutan 2025, Bank DBS Indonesia memaparkan implementasi strategi tersebut lewat tiga pilar utama, yaitu Perbankan Bertanggung Jawab, Praktik Bisnis Bertanggung Jawab, dan Dampak Melampaui Perbankan.

|Baca juga: Dihantui Ketidakpastian Global, Mirae Asset Sekuritas Ramal BI Rate Dipertahankan di 4,75%

|Baca juga: Deadline Spin-Off Unit Syariah Kian Dekat, OJK Minta Industri Asuransi Segera Berbenah

“Di Bank DBS Indonesia, kami percaya keberlanjutan tidak dapat dipisahkan dari pertumbuhan bisnis yang berkualitas, kata Presiden Direktur Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong, dikutip dari keterangan resminya, Kamis, 21 Mei 2026.

Karena itu, lanjutnya, keberlanjutan diintegrasikan ke dalam seluruh lini operasional Bank DBS Indonesia, mulai dari membiayai bisnis, melayani nasabah, mengelola risiko, hingga membangun operasional perusahaan.

“Laporan ini menunjukkan bagaimana komitmen tersebut diterjemahkan ke dalam tindakan nyata, mulai dari pendanaan berkelanjutan, penguatan tata kelola dan keamanan, hingga pemberdayaan masyarakat,” ucapnya.

Apa saja sorotan utama dalam Laporan Keberlanjutan Bank DBS Indonesia?

Bank DBS Indonesia menyoroti komitmennya dalam menciptakan transformasi yang bertanggung jawab dan berdampak jangka panjang melalui tiga pilar utama. Dengan menerapkan pendekatan strategis ini, Bank DBS Indonesia terus memperkuat perannya dalam pertumbuhan yang berkelanjutan.

1. Perbankan bertanggung jawab: Mendorong keuangan berkelanjutan dan inklusif

Bank DBS Indonesia telah menunjukkan kepemimpinan yang kuat dalam keuangan berkelanjutan. Mencapai tonggak penting pada 2025 dengan portofolio pembiayaan kegiatan usaha berkelanjutan (KKUB) mencapai lebih dari Rp15,6 triliun setelah dikurangi pembayaran kembali, dibandingkan dengan Rp14,1 triliun pada 2024.

|Baca juga: IIS Ungkap Tantangan Baru Asuransi Syariah di Tengah Gejolak Geopolitik Global

|Baca juga: Jelang Iduladha, Berikut Cara Menabung Kurban agar Lebih Tenang

Peningkatan signifikan dalam portofolio pembiayaan bisnis berkelanjutan ini menunjukkan komitmen nyata Bank DBS Indonesia untuk menyalurkan dana menuju bisnis yang secara aktif berkontribusi pada ekonomi yang lebih hijau dan lebih setara di Indonesia.

2. Praktik bisnis bertanggung jawab: Mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam sistem operasional

Bank DBS Indonesia terus bertekad dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan melalui peningkatan efisiensi operasional, tata kelola kerja yang inklusif, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh talenta internalnya.

3. Dampak Melampaui Perbankan: Memberdayakan Masyarakat dan Mendorong Kemajuan Sosial

Bank DBS Indonesia terus memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui berbagai inisiatif berdampak yang menjangkau:

  1. Lebih dari 141.000 individu rentan di Indonesia dengan komitmen pendanaan lebih dari SGD18,2 juta sejak 2024 untuk mendukung bisnis berdampak dan organisasi nirlaba yang berfokus pada kebutuhan dasar dan inklusi keuangan.
  2. Krisis kemanusiaan Aceh dan Sumatra Barat dengan pendanaan sejumlah lebih dari Rp6 miliar dalam membantu lebih dari 10.400 individu dan 1.700 keluarga yang terkena dampak banjir dan tanah longsor. Melalui kemitraan strategis dengan Plan Indonesia, kolaborator lokal DBS Foundation, Bank DBS Indonesia dengan cepat menyalurkan bantuan dan secara aktif berpartisipasi dalam inisiatif pemulihan pasca bencana jangka panjang.
  3. DBS Foundation berkomitmen untuk menyalurkan total hibah sebesar SGD 850.000 untuk mendukung lima wirausaha sosial dan Business for Impact (BFI) di Indonesia. Penerima hibah tersebut antara lain DoctorTool, Nazava Water Filters, Parongpong RAW Lab, Sosial Business Indonesia, dan KONEKIN.
  4. Fokus pada ageing society: DBS Foundation menyelenggarakan ‘Impact Beyond Dialogue’, berfokus pada kesiapan menghadapi populasi menua, yang disebarluaskan melalui berbagai saluran komunikasi. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kesadaran publik, pemerintah, sektor swasta, dan pemangku kepentingan lainnya, serta ditargetkan dalam mendorong kesiapan kolektif lintas generasi untuk transisi demografi Indonesia menuju masyarakat menua.
  5. Ketahanan pangan: Melalui DBS Foundation secara signifikan memajukan ketahanan pangan dan keberlanjutan melalui dua inisiatif utama. Program FEAST!, berkolaborasi dengan Humanis di Flores, Nusa Tenggara Timur, memberdayakan 40 kader desa dengan keterampilan penting dalam pertanian cerdas iklim, pembelajaran aksi gender, literasi keuangan, gizi keluarga, dan diversifikasi pangan. Seiring dengan itu, Program Food Rescue Warrior yang bekerja sama dengan FoodCycle Indonesia (FCI), tercatat sudah menyediakan lebih dari 744.500 porsi makanan harian kepada lebih dari 62.400 individu dan berhasil mengalihkan lebih dari 425.600 kilogram limbah makanan dari mitra industri.
  6. Kerelawanan karyawan: Kerelawanan karyawan Bank DBS Indonesia melonjak 12% dari tahun ke tahun, dengan lebih dari 54.800 jam menjangkau lebih dari 111.000 individu. Ini termasuk 146 sukarelawan Bank DBS Indonesia yang memberikan pelatihan soft skill penting dalam komunikasi, presentasi, dan persiapan wawancara kepada lebih dari 2.700 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan mahasiswa di seluruh Indonesia, sebagai bagian dari Program DBS Foundation Coding Camp bersama Dicoding.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Gojek dan Kemenkes Berkolaborasi Fasilitasi Cek Kesehatan Gratis untuk Mitra Driver di 17 Kota
Next Post IHSG Sesi I Tertekan Aksi Jual Saham Milik Prajogo Pangestu

Member Login

or