Media Asuransi, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah di perdagangan Kamis, 21 Mei 2026. IHSG longsor 3,54 persen atau 223,56 poin ke level 6.094,94.
|Baca juga: IHSG Sesi I Tertekan Rencana Pengendalian Harga Komoditas
Sebanyak 88 saham naik, 663 saham turun dan 69 saham stagnan. Total volume perdagangan saham di bursa hari ini mencapai 34,97 miliar saham, dengan total nilai Rp17,67 triliun.
Sentimen negatif bercampur, antara rebalancing MSCI, kebijakan ekspor terpusat melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia dan juga sentimen geopolitik seputar Perang AS-Iran.
|Baca juga: Inilah Susunan Terbaru Jajaran Direksi dan Komisaris Jasa Marga
Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto akan memusatkan ekspor komoditas unggulan, seperti minyak sawit mentah, batu bara dan besi ferro alloy melalui sebuah lembaga, dalam hal ini PT Danantara Sumberdaya Indonesia. Tujuan utamanya adalah untuk mengatasi masalah under invoicing dalam ekspor guna menutup kebocoran penerimaan negara.
Namun hal ini ditanggapi negatif pelaku pasar karena dikhawatirkan akan mengurangi margin keuntungan perusahaan kelapa sawit. Selain itu kewajiban ini menambah kewajiban emiten batu bara, kelapa sawit, minyak bumi dan gas, yang sebelumnya diwajibkan menyisihkan sebagian produksinya untuk pasar domestik atau Domestic Market Obligation (DMO) sebelum melakukan ekspor.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

