Media Asuransi, JAKARTA – Industri asuransi Indonesia siap untuk mengalami pertumbuhan berkelanjutan yang didorong oleh meningkatnya permintaan akan asuransi jiwa, kesehatan, dan perlindungan aset. Hal itu seiring meningkatnya kesadaran konsumen akan pentingnya keamanan finansial.
Mengutip Asia Insurance Review, Kamis, 9 Juli 2026, menurut Allianz Research, pasar asuransi di Indonesia diproyeksikan tumbuh dengan rata-rata tahunan sebesar 8,2 persen selama dekade berikutnya, melampaui perkiraan pertumbuhan PDB nominal sebesar 7,6 persen.
Dalam Laporan Asuransi Global 2026, Allianz Research memperkirakan pasar asuransi Indonesia akan berkembang sebesar 11 persen pada 2025, dengan total pendapatan premi mencapai US$18,6 miliar.
|Baca juga: Allianz: Menjaga Keterjangkauan Premi Penting untuk Perlindungan Jangka Panjang
Terlepas dari prospek yang kuat ini, penetrasi asuransi tetap relatif rendah sekitar 1,3 persen dari PDB, yang menunjukkan ruang yang signifikan untuk pengembangan pasar lebih lanjut.
Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia Alexander Grenz mengatakan pertumbuhan industri ini mencerminkan meningkatnya pengakuan publik akan kebutuhan perlindungan finansial terhadap berbagai risiko yang terus berkembang, sekaligus menunjukkan potensi besar yang belum dimanfaatkan di pasar Indonesia.
Lebih lanjut, Grenz mengatakan, kenaikan biaya perawatan kesehatan juga merupakan tantangan yang harus diatasi oleh industri untuk memastikan premi asuransi kesehatan tetap terjangkau dan berkelanjutan.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

