Media Asuransi, JAKARTA – Komisi XI DPR RI menyetujui Sarjito sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk periode 2026-2031. Keputusan tersebut diambil setelah Sarjito menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test pada Senin, 24 Agustus 2026.
“Iya betul (Sarjito lolos) untuk periode 2026-2031,” ujar Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal, di Jakarta, Senin, 24 Agustus 2026.
Dengan persetujuan Komisi XI, proses penetapan Sarjito akan dilanjutkan melalui Rapat Paripurna DPR RI. Sarjito merupakan calon tunggal yang diajukan Presiden Prabowo Subianto melalui Surat Presiden (Surpres).
Sarjito bukan nama baru dalam industri jasa keuangan. Sebelum dipercaya mengisi posisi di BMKS, dia memiliki pengalaman panjang di bidang pengawasan pasar modal hingga perlindungan konsumen.
Kariernya di sektor keuangan antara lain dimulai sebagai Pelaksana Tugas Kepala Biro Pemeriksaan dan Penyidikan Bapepam-LK pada 2008-2011. Pada 2012, ia menjadi Wakil Koordinator Tim Kerja Bidang Pengawasan dalam Tim Persiapan Pembentukan OJK dari Bapepam-LK.
|Baca juga: Bos Permata Bank: Kekayaan Bukan Hanya Bertambah tapi Memberikan Manfaat
|Baca juga: DPR: RUU Perampasan Aset Harus Dibahas Hati-hati
Setelah OJK berdiri, Sarjito menjabat sebagai Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal I OJK pada 2015-2017. Ia kemudian menjadi Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK pada 2017-2023, sebelum melanjutkan sebagai Deputi Komisioner Perlindungan Konsumen OJK pada Februari 2023 hingga Juli 2024.
Pada periode tersebut, Sarjito juga dipercaya memimpin Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) sejak November 2023 hingga Juli 2024.
Dalam proses uji kelayakan dan kepatutan, Sarjito turut memaparkan arah pengembangan bursa komoditas. Menurutnya, penguatan bursa perlu ditopang delapan pilar, yakni trusted infrastructure, trusted market, trusted product, trusted player, trusted data, trusted regulator, trusted price, dan trusted ecosystem.
Dari sisi pendidikan, Sarjito merupakan lulusan Sarjana Ekonomi Universitas Gadjah Mada dan Sarjana Hukum Universitas Indonesia. Ia juga meraih gelar Master of Business Administration (MBA) dari Saint Louis University, Amerika Serikat, pada 1998.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

