1
1

Indonesia Ingin Kuasai Pasar Mineral, Ini Jurus Sarjito yang Belajar dari Pengalaman China!

Calon Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) M. Sarjito. | Foto: Media Asuransi/Muh Fajrul Falah

Media Asuransi, JAKARTA – Calon Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) M. Sarjito menilai Indonesia perlu belajar dari China dalam membangun ekosistem perdagangan mineral dan komoditas strategis.

Menurut Sarjito, kekuatan bursa komoditas tidak bisa dibangun secara instan. Indonesia perlu menyiapkan ekosistem perdagangan yang terintegrasi agar BMKS mampu berkembang menjadi pusat perdagangan komoditas yang kredibel dan berdaya saing.

Sarjito menjadikan pengalaman China sebagai salah satu referensi. Menurutnya, China membutuhkan proses panjang dan strategi yang sistematis sebelum mampu membangun Shanghai Futures Exchange sebagai salah satu pusat perdagangan komoditas penting.

“Kalau kita belajar dari China, sebelum dia membikin Shanghai Futures Exchange, China melakukan upaya yang sangat sistematis selama dua dekade,” kata Sarjito dalam fit and proper test di Komisi XI DPR RI, Senin, 24 Agustus 2026.

Dalam paparannya, Sarjito menjelaskan, China terlebih dahulu membangun basis informasi dan jaringan perdagangan mineral. Negara tersebut mengumpulkan berbagai komoditas mineral dari luar negeri sekaligus mendorong industri domestik untuk menyerapnya.

Strategi tersebut membuat China memiliki pemahaman yang lebih luas mengenai pasokan, kebutuhan industri, serta kekuatan negara-negara produsen mineral. Pengetahuan tersebut kemudian menjadi modal dalam membangun ekosistem perdagangan komoditas.

Sarjito juga menyinggung langkah China yang membangun jaringan industri, termasuk smelter di berbagai yurisdiksi. Menurut dia, strategi tersebut membuat China memiliki pemahaman lebih mendalam mengenai kondisi dan potensi mineral di negara lain, termasuk Indonesia.

|Baca juga: DPR: RUU Perampasan Aset Harus Dibahas Hati-hati

|Baca juga: Laba Allianz Asia Pacific Naik 11,4% di Semester I/2026

Bagi Indonesia, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pembangunan BMKS tidak cukup hanya dengan mendirikan bursa. Pemerintah perlu memastikan seluruh rantai perdagangan mineral terhubung, mulai dari produsen, industri pengguna, pergudangan, surveyor, bursa, hingga lembaga kliring.

“Ekosistem ini yang nantinya harus saling berkoneksi, di mana tentu OJK tidak bisa sebagai sole regulator yang berjalan sendiri,” ujar Sarjito.

Karena itu, Sarjito mendorong adanya koordinasi antara OJK dengan Kementerian ESDM serta kementerian dan lembaga terkait lainnya. Bank Indonesia juga dinilai perlu dilibatkan dalam membangun ekosistem yang mendukung perdagangan mineral dan komoditas strategis.

Selain konektivitas antarlembaga, Sarjito menilai BMKS membutuhkan infrastruktur yang aman, andal, dan terintegrasi. Infrastruktur tersebut mencakup sistem pergudangan, pihak penilai atau surveyor, bursa, serta lembaga kliring.

Kedalaman pasar juga menjadi faktor penting. BMKS harus mampu menyediakan pasar yang transparan, adil, teratur, dan likuid agar pelaku industri maupun trader memiliki alasan untuk bertransaksi di dalamnya.

Sarjito turut memasukkan data sebagai salah satu fondasi utama. Saat ini, data mineral dan komoditas strategis masih tersebar di berbagai institusi sehingga perlu diintegrasikan agar dapat digunakan secara kredibel untuk mendukung perdagangan.

Di sisi lain, pembangunan BMKS perlu diarahkan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan komoditas global. Sarjito ingin Indonesia tidak selamanya hanya menjadi negara produsen yang mengikuti harga yang terbentuk di luar negeri.

Menurut dia, BMKS perlu menjadi instrumen untuk mendorong Indonesia bergerak dari posisi price taker menjadi price influencer dan pada akhirnya price maker. “BMKS harus mendorong transformasi Indonesia secara bertahap dari price taker menjadi price influencer dan price maker,” pungkasnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post FIFGROUP Berikan Bantuan untuk Masyarakat  Terdampak Gempa NTT
Next Post DPR Setujui Sarjito Jadi Bos Pengawas Bursa Mineral, Ini Rekam Jejaknya

Member Login

or