Media Asuransi, JAKARTA – Chief Human Resources & Corporate Services Sequis Life Agustina Samara mengatakan literasi keuangan merupakan salah satu upaya preventif untuk membantu karyawan dapat membangun kondisi finansial yang lebih sehat, seimbang, dan berkelanjutan.
“Kesehatan finansial bukan hanya soal besar kecilnya penghasilan, tetapi juga bagaimana seseorang mampu mengelola prioritas, mengambil keputusan secara bijak, dan membangun ketenangan untuk masa depan,” ujar Tina, sapaan akrabnya, dikutip dari keterangan resminya, Kamis, 4 Juni 2026.
|Baca juga: Rupiah Tembus Rp17.966 per Dolar AS, BI Klaim Siap Terus Intervensi Pasar!
|Baca juga: Sejumlah Bank Catat Penurunan Beban Tenaga Kerja, Begini Kata Bos OJK!
Ia menambahkan tekanan finansial dapat memengaruhi fokus, produktivitas, dan kualitas pengambilan keputusan. Karena itu, kecerdasan finansial penting di semua level untuk membantu menjaga konsentrasi dan mendukung kinerja karyawan.
“Di tengah tekanan gaya hidup, FOMO, serta kemudahan akses pinjaman instan, literasi finansial menjadi semakin penting agar masyarakat, termasuk karyawan, lebih sadar dalam mengelola keuangan dan menghindari keputusan finansial yang impulsif,” kata Tina.
Kondisi itu membuat PT Asuransi Jiwa Sequis Life (Sequis Life) menggelar The Financial Literacy Talk-show bertajuk ‘Seimbang Gaya Hidup Tanpa Terjebak‘ sebagai upaya meningkatkan kesadaran karyawan terhadap pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat di tengah tantangan gaya hidup modern dan kemudahan akses pinjaman instan.
Kegiatan ini bertujuan membantu karyawan memahami pentingnya pengambilan keputusan finansial yang lebih bijaksana, termasuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko finansial dari penggunaan pinjaman online (pinjol) yang tidak terkendali.
|Baca juga: Perkuat Penyediaan Layanan Kesehatan di Asia, Fullerton Health Rampungkan Akuisisi AdMedika Group
|Baca juga: IHSG Ambruk Hampir 5%, Prudential Indonesia Tetap Fokus di Strategi Investasi Jangka Panjang!
Talk-Show ini merupakan bagian dari inisiatif Better Tomorrow with Sequis – platform keberlanjutan Sequis Life yang menghadirkan perlindungan melalui aksi nyata bagi masyarakat sekaligus bentuk dukungan terhadap Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) 2026 melalui edukasi finansial yang relevan.
Berdasarkan data OJK pada 2025, outstanding pembiayaan pinjaman daring (pindar) mencapai sekitar Rp96 triliun dengan pertumbuhan tahunan di kisaran 20–30 persen. Di tengah pertumbuhan tersebut, penggunaan pinjaman digital untuk kebutuhan konsumtif masih menjadi perhatian.
View this post on Instagram
Hal itu karena berpotensi memicu tekanan finansial berkepanjangan jika tidak dikelola secara bijak. Kondisi ini juga dapat berdampak pada kesehatan mental, kualitas pengambilan keputusan hingga produktivitas masyarakat, termasuk di lingkungan kerja.
Talk-Show juga menghadirkan Financial Planner Maryadi Santana yang membahas pentingnya membangun financial wellness melalui pengelolaan pengeluaran, disiplin budgeting, dana darurat, serta kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan.
|Baca juga: OJK Sebut Kinerja NIM dan BOPO Perbankan Masih Sejalan dengan Kondisi Ekonomi
|Baca juga: Krom Bank Kantongi 1 Juta Rekening, DPK Tembus Rp10 Triliun!
Dalam sesi edukasi, Maryadi menjelaskan berbagai risiko pinjaman daring. Mulai dari bunga dan denda tinggi, jebakan utang, risiko kebocoran data pribadi, hingga tekanan mental yang dapat berdampak pada kehidupan pribadi maupun profesional.
Peserta juga mendapatkan strategi sederhana dalam mengelola utang dan pengeluaran, termasuk melalui metode snowball dan audit pengeluaran pribadi. “Pinjol sering terlihat solusi cepat kebutuhan sesaat. Namun di balik kemudahannya, terdapat risiko yang mengancam kesehatan finansial jika tidak dikelola dengan bijak,” ujar Maryadi.
Ia menambahkan langkah paling mendasar dalam menjaga kesehatan finansial adalah membangun kebiasaan mengatur anggaran, memahami prioritas kebutuhan, serta mengurangi perilaku konsumtif impulsif.
“Kita harus mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta lebih cermat dalam memilih sumber pendanaan. Pinjol memang menawarkan kemudahan dalam hitungan menit, tetapi dampaknya dapat dirasakan dalam jangka panjang apabila melebihi kemampuan bayar,” jelasnya.
|Baca juga: Asuransi BUMN Bersiap Dilebur, OJK Tunggu Langkah Danantara
|Baca juga: Konglomerasi Keuangan Bank DBS Indonesia Dukung SMI Terbitkan Obligasi Ritel
|Baca juga: Visa: Kepercayaan, Keamanan, dan Keandalan Jadi Kunci Pertumbuhan Sistem Pembayaran di Indonesia
Melalui kegiatan ini, Sequis Life berharap edukasi finansial dapat menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan kerja yang lebih sehat, produktif, dan berkelanjutan. Sequis Life percaya kondisi finansial karyawan lebih sehat akan dapat bekerja lebih fokus dan lebih tenang.
“Karena itu, edukasi finansial menjadi bagian penting dari komitmen Sequis Life sekaligus budaya pembelajaran dan pengembangan karyawan untuk mendukung wellbeing, produktivitas, dan menciptakan better tomorrow bersama,” tutup Tina.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

