1
1

Pasar Asuransi Kesehatan Diperkirakan Tembus US$5 Triliun di 2032

Ilustrasi. | Foto: Freepik

Media Asuransi, GLOBAL – Pasar asuransi kesehatan global, yang bernilai lebih dari US$3 triliun pada 2022, diperkirakan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 5,5 persen dari 2023 hingga 2032. Sehingga nilainya bakal mencapai lebih dari US$5 triliun pada 2032.

Mengutip Insurance Asia, Rabu, 22 Juli 2026, pertumbuhan ini diperkirakan didukung oleh meningkatnya pengeluaran perawatan kesehatan dan peningkatan PDB di berbagai negara, menurut laporan Global Market Insights.

Segmen asuransi kesehatan penyakit kritis diperkirakan melebihi US$2 triliun pada 2032. Permintaan didorong oleh meningkatnya kejadian kondisi yang mengancam jiwa seperti kanker, stroke, serangan jantung, dan gagal ginjal, yang sering kali membutuhkan perawatan jangka panjang dan biaya medis yang tinggi.

Menurut Program Registri Kanker Nasional Dewan Riset Medis India, kasus kanker di India meningkat dari lebih dari 1,3 juta pada 2020 menjadi lebih dari 1,4 juta pada 2022. Asuransi penyakit kritis membantu pemegang polis menanggung biaya rawat inap, konsultasi dokter, dan biaya medis lainnya, mengurangi beban keuangan pengobatan.

Pasar asuransi kesehatan yang disediakan oleh penyedia layanan publik juga diperkirakan melampaui US$3 triliun pada 2032. Skema asuransi kesehatan publik terutama melayani kelompok berpenghasilan rendah dan menengah dengan mengurangi biaya perawatan kesehatan yang ditanggung sendiri dan memperluas akses ke layanan medis.

|Baca juga: Modal Generali China Insurance Makin Tebal, Fitch Yakin Ekspansi Tetap Aman

|Baca juga: Kerugian Asuransi Akibat Bencana Alam di Asia Turun ke Level Terendah di Semester I/2026

Pemerintah di negara-negara termasuk Jerman, Amerika Serikat, dan India terus memperluas program asuransi kesehatan publik, khususnya untuk orang lanjut usia dan rumah tangga berpenghasilan rendah.

Sementara itu, segmen warga lanjut usia diproyeksikan mencatat CAGR lebih dari 3,5 persen antara 2023 dan 2032. Orang dewasa yang lebih tua lebih cenderung mengembangkan penyakit kronis dan kondisi kesehatan terkait usia, yang menyebabkan biaya perawatan kesehatan yang lebih tinggi.

Asuransi kesehatan membantu menutupi pengeluaran ini dan sering kali mencakup manfaat seperti pemeriksaan kesehatan tahunan, cakupan rawat jalan, dan, dalam beberapa kasus, kemampuan untuk membeli polis tanpa pemeriksaan medis.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Bank DBS Indonesia Sebut Keputusan Investasi Perlu Didasarkan Tren Struktural Jangka Panjang
Next Post Nelayan di Negara Ini Kini Bisa Ajukan Klaim Asuransi Lewat Digital

Member Login

or