Media Asuransi, GLOBAL – AIA Group dinilai punya prospek pertumbuhan yang positif dalam dua tahun ke depan. Penilaian tersebut didukung posisi AIA yang kuat di sejumlah pasar utama serta jaringan agen yang dinilai produktif.
Melansir Insurance Asia, Kamis, 26 Agustus 2026, S&P Global Ratings melihat jaringan agen AIA masih mampu mendorong penjualan produk investasi dan proteksi kepada nasabah asal China daratan melalui bisnis perusahaan di China dan Hong Kong.
Kondisi tersebut dinilai dapat membantu bisnis AIA di Hong Kong menghadapi potensi perubahan jumlah nasabah asal China daratan. Salah satu faktornya adalah semakin tingginya pemahaman mengenai aturan pajak atas pendapatan investasi di luar negeri.
Meski demikian, minat nasabah asal China daratan untuk membeli produk asuransi di Hong Kong masih cukup kuat. Permintaan terutama datang dari kebutuhan diversifikasi aset dalam berbagai mata uang serta perlindungan kesehatan dan jiwa.
|Baca juga: DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Rampung di Desember 2026
|Baca juga: Panas Bumi Makin Ganas, Lansia Jadi Kelompok Paling Terancam!
Dari sisi kinerja, laba operasional setelah pajak AIA naik 15 persen pada semester I/2026 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, nilai bisnis baru atau Value of New Business (VONB) tumbuh 13 persen.
Bisnis AIA di Hong Kong dan China menjadi penyumbang terbesar VONB, masing-masing sebesar 36 persen dan 29 persen. S&P menilai kinerja yang tetap kuat tersebut turut menopang kondisi permodalan AIA.
Modal yang kuat memberikan ruang bagi perusahaan untuk terus mengembangkan bisnis di pasar utama maupun negara-negara berkembang di Asia. S&P juga memperkirakan AIA masih memiliki modal yang cukup untuk mempertahankan kebijakan kenaikan dividen. AIA sebelumnya telah menaikkan dividen interim per saham sebesar 10 persen.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

