Media Asuransi, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa pada Juni 2026 nilai ekspor Indonesia tercatat sebesar US$25,46 miliar. Pada bulan yang sama, nilai impor mencapai US$25,91 miliar.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan bahwa secara bulanan, nilai ekspor pada Juni 2026 yang mencapai US$25,46 miliar, naik 8,84 persen dibanding Juni 2025. Demikian juga dengan ekspor nonmigas Juni 2026 naik 9,46 persen menjadi US$24,39 miliar.
|Baca juga: Ekspor Indonesia Januari-Mei 2026 Naik 3,02%
Sementara itu, nilai ekspor Indonesia pada periode Januari-Juni 2026 mencapai US$140,81 miliar atau naik 4,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. “Sejalan dengan total ekspor, nilai ekspor nonmigas naik 4,90 persen menjadi US$134,58 miliar,” kata Ateng dalam jumpa pers secara daring, Senin, 3 Agustus 2026.
Di sisi lain, nilai impor Indonesia Januari–Juni 2026 mencapai US$137,24 miliar atau naik 18,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Sejalan dengan total impor, nilai impor nonmigas naik 15,50 persen menjadi US$115,23 miliar.
|Baca juga:Inflasi pada Juli 2026 Sebesar 2,88%
Sementara pada Juni 2026, impor mencapai US$25,91 miliar, naik 34,27 persen dibandingkan Juni 2025. Demikian juga dengan impor nonmigas naik 25,05 persen menjadi US$21,35 miliar.
Menurut Ateng, neraca perdagangan Indonesia pada periode Januari-Juni 2026 mengalami surplus US$3,58 miliar. Surplus neraca perdangangan ini berasal dari surplus sektor nonmigas US$19,35 miliar, sedangkan sektor migas defisit senilai US$15,77 miliar.
Editor: S. Edi Santosa
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
