Media Asuransi, JAKARTA – KCIC terus mendorong perekonomian lokal melalui pengembangan kawasan komersial di Stasiun Whoosh. Saat ini, sebanyak 29 tenant Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) telah hadir di lingkungan stasiun untuk memperluas akses pasar produk lokal sekaligus melengkapi layanan bagi penumpang.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, kehadiran UMKM merupakan bagian dari upaya KCIC agar operasional Whoosh memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.
|Baca juga;Waspada Penipuan Tiket Whoosh melalui WhatsApp
“Stasiun Whoosh tidak hanya menjadi tempat keberangkatan dan kedatangan, tetapi juga menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya,” ujar Eva dalam keterangannya, Kamis, 6 Agustus 2026.
Sebanyak 29 UMKM tersebut terdiri atas enam UMKM di Stasiun Halim, delapan UMKM di Stasiun Padalarang, dan 15 UMKM di Stasiun Tegalluar Summarecon. Tegalluar Summarecon menjadi stasiun dengan jumlah UMKM terbanyak, diikuti oleh Padalarang dan Halim.
|Baca juga: KCIC Luncurkan Whoosh Prepaid Voucher, Solusi Perjalanan Fleksibel
Kehadiran UMKM di stasiun Whoosh turut membuka peluang perputaran ekonomi lokal melalui transaksi penjualan, aktivitas produksi, keterlibatan pemasok, serta penyerapan tenaga kerja. Hingga Juli 2026, Whoosh telah melayani lebih dari 16,9 juta penumpang sejak beroperasi. Tingginya mobilitas tersebut menghadirkan potensi pasar yang semakin luas bagi para pelaku usaha di lingkungan stasiun.
Secara keseluruhan, terdapat 117 tenant di seluruh stasiun Whoosh. Selain UMKM, kawasan komersial stasiun juga menghadirkan berbagai tenant kuliner nasional, minimarket, layanan perbankan, toko merchandise, smart locker, dan berbagai layanan lainnya. Kehadiran UMKM dan tenant lainnya ditujukan untuk memberikan pengalaman yang semakin nyaman dan lengkap bagi pelanggan selama berada di stasiun.
Editor : Wahyu Widiastuti
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
