1
1

AASI Pede Pasar Asuransi Syariah Bakal Makin Besar

Ketua Umum Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) Fauzi Arfan. | Foto: Media Asuransi/Sarah Dwi Cayhani

Media Asuransi, JAKARTA – Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) optimistis industri asuransi syariah nasional masih memiliki prospek pertumbuhan yang besar. Meski pangsa asetnya baru mencapai 5,32 persen dari total industri asuransi komersial hingga Juni 2026, namun AASI melihat ruang ekspansi pasar masih sangat terbuka.

Ketua Umum AASI Fauzi Arfan mengatakan ukuran pasar asuransi syariah saat ini memang masih relatif kecil. Namun, kondisi tersebut justru menunjukkan besarnya peluang yang dapat dikembangkan oleh pelaku industri.

“Kami melihat kuenya itu masih kecil dan pasti akan besar,” ujar Fauzi dalam konferensi pers PT AXA Sharia Life Insurance (AXA Syariah), Jumat, 18 September 2026.

Meski demikian, Fauzi belum menetapkan target spesifik terkait peningkatan pangsa aset asuransi syariah. Menurutnya, pertumbuhan industri perlu didorong secara bersama-sama oleh seluruh perusahaan, terutama setelah proses pemisahan atau spin-off unit usaha syariah dari perusahaan induknya.

Dia menilai spin-off dapat menjadi momentum bagi perusahaan untuk tidak sekadar memenuhi kewajiban struktural, tetapi juga memperluas bisnis dan mengembangkan basis nasabah.

|Baca juga: Allianz Life Indonesia dan Maybank Indonesia Luncurkan Smartwealth Dollar Equity Global Income Fund

Optimisme tersebut turut didukung oleh peluang perluasan distribusi produk. AASI mencatat jumlah agen asuransi syariah saat ini sekitar 113 ribu orang dan menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi sekitar 200 ribu agen dalam tiga tahun ke depan.

|Baca juga: Menkeu Lantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Tekankan Penguatan Meritokrasi dan Tata Kelola Organisasi

Fauzi mengatakan penguatan jaringan agen diperlukan agar produk asuransi syariah dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Agen juga memiliki peran dalam meningkatkan pemahaman calon peserta terhadap produk dan prinsip asuransi syariah.

Selain itu, potensi pasar dinilai semakin terbuka seiring tingginya jumlah penduduk Muslim di Indonesia. AASI juga melihat adanya perubahan minat di kalangan generasi muda terhadap produk berbasis syariah.

“Anak-anak muda utamanya mereka lebih senang untuk punya produk syariah dalam 10 tahun terakhir. Artinya ini kan kesempatan besar banget,” katanya.

Dengan peluang tersebut, AASI mendorong perusahaan asuransi syariah untuk memiliki strategi pertumbuhan yang lebih jelas setelah spin-off. Perluasan pasar, penguatan distribusi, dan peningkatan jumlah agen dinilai menjadi bagian penting untuk merealisasikan potensi pertumbuhan industri.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post IHSG Berkurang 22 Poin ke 6.423 di Sesi I

Member Login

or