Media Asuransi, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah di akhir perdagangan Senin, 21 September 2026. IHSG berkurang 56 poin (0,88 persen) ke posisi 6.384. Prediksi kenaikan bunga acuan sekali lagi di akhir tahun ini menekan pasar saham dan juga rupiah.
|Baca juga: IHSG Sesi I Tertekan Koreksi Saham Perbankan
Total volume perdagangan saham di BEI di awal pekan ini mencapai 26,78 miliar dengan nilai transaksi Rp 11,77 triliun. Sebanyak 354 saham turun jadi pemberat indeks, 280 saham lainnya menguat dan 156 saham tidak berubah.
Presiden Federal Reserve Bank of Minneapolis Neel Kashkari mengatakan inflasi di AS masih terlalu tinggi di berbagai sektor ekonomi, bukan hanya akibat kenaikan harga minyak.
“Bahkan jika kita mengeluarkan energi yang sangat volatil dan makanan, inflasi masih terlalu tinggi,” kata Kashkari dalam wawancara dengan Fox News pada Minggu
|Baca juga: Batas Harga Saham ARB Diturunkan ke Rp1
Pasar saham Asia bergerak menguat pada perdagangan hari Senin sore menyusul pelemahan harga minyak ke posisi terendah dalam sepekan terakhir. Harga minyak turun di tengah laporan bahwa pasokan minyak yang melintasi Selat Hormuz telah melebihi angka normal sebelum Perang Iran-AS pecah. Selain itu Arab Saudi berhasil memulihkan pasokan pipa minyak yang melintasi Qatar setelah serangan militant Houthi.
|Baca juga: IHSG Masuk Area Konsolidasi, IPOT Jagokan Saham-saham dengan Teknikal Solid
Saham-saham di China dan Hong Kong menguat pada hari Senin, dipimpin oleh sektor teknologi dan properti, di tengah harapan investor bahwa AS dan China akan memperpanjang gencatan senjata perdagangan, mengingat Presiden Donald Trump dan Xi Jinping dijadwalkan untuk bertemu pekan ini. Sementara Bursa Jepang sedang sedang menjalani liburan “Silver Week” hingga hari Rabu.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
