Media Asuransi, JAKARTA – PT Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life) dan PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) berkolaborasi meluncurkan fitur investasi jangka panjang pada asuransi jiwa unit link Allianz, Smartwealth Dollar Equity Global Income Fund.
Dengan fitur tersebut, nasabah Maybank Indonesia yang memiliki produk MyProtection Investa II dan MyProtection Growth mendapatkan opsi untuk memiliki pilihan subdana dalam polis dasar.
Penyediaan fitur ini dimungkinkan dengan adanya dukungan dari PT Allianz Global Investors Asset Management Indonesia (AllianzGI Indonesia) sebagai pengelola investasi subdana.
Dana yang ditempatkan dalam produk asuransi berdenominasi dolar Amerika Serikat (US$) ini dirancang untuk mengoptimalkan peluang pertumbuhan jangka panjang sekaligus membangun nilai tunai dalam polis guna mendukung keberlangsungan perlindungan asuransi.
Kehadirannya memberikan akses kepada nasabah terhadap peluang investasi global sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang yang terintegrasi dengan proteksi, termasuk diversifikasi aset, persiapan pendidikan, mobilitas internasional, dan kebutuhan finansial lainnya.
Chief Partnership Distribution Officer Allianz Life Indonesia Ancilla Lily mengatakan, kolaborasi jangka panjang dengan Maybank Indonesia memungkinkan Allianz Life Indonesia untuk terus menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan finansial nasabah.
Ia menambahkan Smartwealth Dollar Equity Global Income Fund memberikan akses ke peluang saham global berbasis US$ sekaligus membantu membangun nilai tunai dalam polis untuk mendukung keberlangsungan perlindungan jangka panjang.
|Baca juga: Menkeu Lantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Tekankan Penguatan Meritokrasi dan Tata Kelola Organisasi
“Ketersediaannya pada MyProtection Investa II dan MyProtection Growth juga memberi fleksibilitas bagi nasabah untuk memilih skema pembayaran premi yang dapat disesuaikan dengan rencana keuangannya,” ujarnya, dalam keterangan resminnya, Senin, 21 September 2026.
|Baca juga: OJK Ungkap Dampak Karhutla terhadap Risiko Perbankan
Direktur Community Financial Services Maybank Indonesia Bianto Surodjo mengatakan kehadiran fitur Smartwealth Dollar Equity Global Income Fund merupakan bagian dari komitmen Maybank Indonesia untuk selalu memberikan layanan terbaik dengan manfaat dan benefit maksimal bagi nasabah sesuai dengan misi.
“Melalui kolaborasi bersama Allianz Life Indonesia, Maybank Indonesia menghadirkan solusi investasi jangka panjang dan akses ke pasar global yang memastikan nasabah dapat terus memperkuat portofolio keuangan lintas batas, sekaligus mendapatkan perlindungan asuransi yang terintegrasi untuk masa depan yang lebih mapan,” ujarnya.
Melalui Smartwealth Dollar Equity Global Income Fund, nasabah memperoleh akses penempatan dana secara luas di pasar saham global yang dikelola secara profesional oleh AllianzGI Indonesia.
Fund ini menempatkan 80 persen hingga 100 persen portofolio pada saham global dan nol persen hingga 20 persen pada instrumen pasar uang, serta dikelola secara aktif melalui pendekatan multi-style, dengan faktor nilai sebagai pertimbangan dominan, serta tetap mempertimbangkan momentum, revisi, pertumbuhan dan kualitas.
President Director dan Head of Indonesia AllianzGI Indonesia Aliyahdin (Adi) Saugi menambahkan dalam mendukung pengelolaan Smartwealth Dollar Equity Global Income Fund, AllianzGI menerapkan strategi ekuitas global yang didukung kapabilitas investasi komprehensif, proses investasi terstruktur, riset mendalam, serta kerangka manajemen risiko yang disiplin.
“Pendekatan multi-style membantu menganalisis berbagai penggerak kinerja perusahaan, sekaligus menyeimbangkan peluang dan risiko di berbagai kondisi pasar. Selain itu, evaluasi pembayaran pendapatan bulanan juga dilakukan secara berkala dengan tujuan untuk menjaga kewajaran dan keberlanjutan nilai investasi bagi nasabah,” ujarnya.
Allianz Life dan Maybank Indonesia mengimbau nasabah untuk menyesuaikan produk dan pilihan subdana dengan kebutuhan perlindungan, tujuan keuangan, kemampuan membayar premi, jangka waktu investasi, serta profil risiko masing-masing.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
