1
1

IHSG Berkurang 22 Poin ke 6.423 di Sesi I

Pegawai Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang memantau papan pergerakan harga saham di Main Hall BEI, Senin, 9 Maret 2026 (Setiawan)

Media Asuransi, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah di akhir perdagangan sesi I hari Senin, 21 September 2026. IHSG berkurang 22 poin atau 0,27 persen ke posisi 6.423. Prediksi kenaikan bunga acuan Federal Reserve sekali lagi di akhir tahun ini menekan pasar saham dan juga rupiah.

|Baca juga: IHSG Masuk Area Konsolidasi, IPOT Jagokan Saham-saham dengan Teknikal Solid

Volume perdagangan yang tercatat mencapai 142,9 juta lot saham. Dengan volume perdagangan tersebut, nilai transaksi yang dibukukan Rp5,7 triliun.

Rupiah melemah siang ini sebesar 0,28 persen menjadi Rp 17.808 per dolar AS. Menteri Keuangan Suahasil Nazara akhir pekan lalu mengungkapkan defisit APBN mencapai Rp240 triliun namun masih on track, di bawah 3 persen dari PDB.

Presiden Federal Reserve Bank of Minneapolis Neel Kashkari mengatakan inflasi di AS masih terlalu tinggi di berbagai sektor ekonomi, bukan hanya akibat kenaikan harga minyak. “Bahkan jika kita mengeluarkan energi yang sangat volatil dan makanan, inflasi masih terlalu tinggi,” kata Kashkari dalam wawancara dengan Fox News pada Minggu.

|Baca juga: IHSG Terkoreksi 1,5% Selama Sepekan

Saham-saham di China dan Hong Kong menguat pada hari Senin, dipimpin oleh sektor teknologi dan properti, di tengah harapan investor bahwa AS dan China akan memperpanjang gencatan senjata perdagangan, mengingat Presiden Donald Trump dan Xi Jinping dijadwalkan untuk bertemu pekan ini.

Editor: Irdiya Setiawan 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Allianz Life Indonesia dan Maybank Indonesia Luncurkan Smartwealth Dollar Equity Global Income Fund
Next Post AASI Pede Pasar Asuransi Syariah Bakal Makin Besar

Member Login

or