1
1

IHSG Masuk Area Konsolidasi, IPOT Jagokan Saham-saham dengan Teknikal Solid

Investor sedang mengamati perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). | Foto: Media Asuransi/Arief Wahyudi

Media Asuransi, JAKARTA – Sepanjang perdagangan 14–18 September 2026 lalu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 1,53 persen ke level 6.441,16 dari 6.541,38 pekan sebelumnya. Pelemahan ini menggerus kapitalisasi pasar BEI sebesar 1,58 persen menjadi Rp11.266 triliun dari Rp11.446 triliun.

Tekanan juga terlihat dari arus dana asing yang mencatat net sell sekitar Rp2,9 triliun sepekan, termasuk net sell Rp1,79 triliun pada Jumat, 18 September 2026. Secara kumulatif sepanjang 2026, net sell asing mencapai Rp74,36 triliun.

Selanjutnya pada perdagangan Jumat, 18 September 2026, IHSG berbalik melemah 0,33 persen setelah sempat menguat dan menguji level 6.521. Pelemahan ini tercatat meluas ke hampir seluruh sektor, terutama industrial (minus 1,64 persen), properti (minus 1,44 persen), dan kesehatan (minus 1,12 persen).

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Brigita Kinari menjelaskan pergerakan pasar global sepanjang pekan terakhir diwarnai pengetatan moneter serentak dan meningkatnya risiko carry trade unwind.

The Fed menaikkan suku bunga 25 bps ke kisaran 3,75-4,00 persen, kenaikan pertama sejak 2023, dan masih memproyeksikan satu kali kenaikan lagi hingga akhir tahun ke kisaran 4,00-4,25 persen.

Bank of Japan (BoJ) turut menaikkan suku bunga 25 bps menjadi 1,25 persen, level tertinggi dalam sekitar tiga dekade, sementara yield US Treasury 10Y sempat menyentuh all time high di 5,04 persen.

“Menyempitnya spread suku bunga AS-Jepang mengurangi daya tarik Yen sebagai funding currency, sehingga risiko carry trade unwind dan selective outflow dari emerging markets meningkat,” jelas Gita, dikutip dari risetnya, Senin, 21 September 2026.

|Baca juga: Pemain Asuransi Syariah Makin Banyak, AXA Sharia Life Tak Khawatir Kompetisi

|Baca juga: Asuransi Syariah Makin Menjamur, Bos AXA Sharia Life Yakin Tidak Terjadi Perang Tarif

Di sisi komoditas, harga minyak mulai melandai. WTI bergerak di kisaran US$100 per barel dan Brent di kisaran US$103-104 per barel, dengan koreksi harian sekitar 1-1,5 persen. Penurunan ini didukung pulihnya sekitar 50 persen kapasitas East West Pipeline Arab Saudi yang sedikit meredakan kekhawatiran pasokan minyak global.

Dari dalam negeri atau domestik, sentimen tertekan oleh kombinasi faktor kebijakan dan teknikal pasar. Suahasil Nazara resmi menjabat Menteri Keuangan menggantikan Purbaya dengan fokus menjaga defisit fiskal di bawah tiga persen, meski muncul dorongan dari DPR untuk membahas ulang batas defisit tersebut.

Prediksi IHSG dan rekomendasi pekan ini

Secara teknikal IHSG ditutup di 6.441 atau di bawah MA5 dan MA20. MA5 telah membentuk dead cross terhadap MA20 yang mengindikasikan pelemahan jangka pendek. Indikator momentum sejalan dengan MACD yang telah membentuk dead cross sebelumnya terhadap signal line & histogram negatif yang kian melebar.

Sementara itu, dari sisi tekanan jual masih cukup besar diikuti volume yang cukup besar. Namun, IHSG masih bertahan di atas MA60, sehingga tren menengah belum berbalik dan koreksi saat ini masih dapat dibaca sebagai pullback.

Selama IHSG mampu bertahan di atas 6.370, ia menambahkan, peluang technical rebound ke area 6.541-6.581 tetap terbuka, dengan MA20 sebagai dynamic resistance. Sebaliknya, jika 6.370 ditembus ke bawah, IHSG berpotensi menguji area level 6.200 – 6.279 atau dekat MA60 sebagai dynamic support.

“Kami memperkirakan IHSG cenderung konsolidasi dengan tekanan jual yang masih dominan pada awal pekan. Support di 6.200-6.279, resisten di 6.585-6.633,” ujarnya.

Berikut rekomendasi untuk trading 21-25 September 2026:

1. Buy ANTM (Entry: Rp3.290-Rp3.320, Target Price (TP): Rp3.710, Stop Loss (SL): Rp3.110)

Secara teknikal, pergerakan ANTM menunjukkan potensi penguatan lanjutan setelah berhasil bergerak di atas support MA5 nya diikuti volume di atas rata-rata 20 hari. Tren jangka pendek hingga panjang masih terjaga diperkuat dengan indikator MACD yang mengonfirmasi momentum positif lanjutan.

2. Buy MTEL (Entry: Rp500, Target Price (TP): Rp535 , Stop Loss (SL): Rp484)

Secara teknikal, pergerakan MTEL menunjukkan struktur yang solid setelah membentuk pola candlestick Bullish Engulfing dan berhasil rebound dari support historisnya. Konfirmasi ini diperkuat oleh AI Trade yang mengindikasikan adanya akumulasi senyap dari smart money, sehingga saham ini berpotensi melanjutkan kenaikannya.

3. Buy IMPC (Entry: Rp1.695, Target Price (TP): Rp1.825, Stop Loss (SL): Rp1.630)

Secara teknikal, pergerakan IMPC menunjukkan struktur yang solid setelah untuk jangka pendek kembali bergerak di atas MA5. Konfirmasi ini diperkuat oleh ADX score 27.3 yang menunjukkan tren bullish kuat, sehingga saham ini berpotensi melanjutkan kenaikannya.

4. Buy Reksa Dana Syariah Premier ETF Gold Sharia Indonesia (XGLD)

Power Fund Series (PFS) berkode XGLD menawarkan alternatif investasi yang efisien bagi investor yang ingin memperoleh eksposur terhadap emas melalui instrumen yang diperdagangkan di bursa, tanpa perlu membeli dan menyimpan emas fisik secara langsung.

Dengan karakteristik yang sesuai prinsip syariah, XGLD dapat menjadi pilihan diversifikasi portofolio sekaligus sarana untuk memanfaatkan potensi emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian dan volatilitas pasar.

Investor juga dapat melakukan transaksi unit penyertaan XGLD melalui aplikasi IPOT layaknya ETF pada umumnya, sehingga memberikan fleksibilitas dan kemudahan dalam mengakses aset emas.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Kemenpar Perluas Pasar Pariwisata di Jepang

Member Login

or