1
1

21 Bulan Memerintah, Prabowo Klaim Sudah Jalankan 121 Kebijakan Transformatif

Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD. | Foto: TV Parlemen

Media Asuransi, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengklaim pemerintahannya telah menjalankan 121 kebijakan transformatif dalam 21 bulan masa pemerintahan. Kebijakan tersebut diarahkan untuk menangani berbagai persoalan nasional yang selama puluhan tahun dinilai terlalu rumit untuk diselesaikan.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

“Dalam 21 bulan, tepatnya 663 hari sampai hari ini, pemerintah yang saya pimpin telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan-kebijakan transformatif untuk menyelesaikan masalah-masalah negara. Sebagian masalah-masalah itu telah berpuluh tahun tidak diselesaikan,” kata Prabowo.

Dengan jumlah tersebut, Prabowo menyebutkan, pemerintah rata-rata menetapkan satu kebijakan transformatif setiap lima hari selama masa pemerintahannya. “Artinya kita telah putuskan satu kebijakan transformatif setiap lima hari,” katanya.

|Baca juga: BEI Ungkap Update Demutualisasi, Investor Potensial Nyatakan Minat Berinvestasi!

|Baca juga: Ekonomi RI Tumbuh 5,29% tapi Pekerja di Sektor Perdagangan Berkurang, Kok Bisa?

|Baca juga: Sequis SHEPRENUER Dorong Wirausaha Perempuan Naik Kelas Lewat Penguatan Manajemen Keuangan

Meski demikian, Prabowo mengakui masih banyak persoalan nasional yang belum terselesaikan. Dia menyatakan belum seluruh janji politik yang disampaikan kepada masyarakat dapat direalisasikan.

“Saya belum bisa mengatakan bahwa seluruh persoalan bangsa telah selesai, atau bahwa seluruh janji yang saya ucapkan telah tertunaikan. Belum,” ujarnya.

Menurut Prabowo, berbagai capaian tersebut menunjukkan pemerintah telah mulai menangani persoalan-persoalan yang sebelumnya dianggap sulit diselesaikan. Dia menilai keberanian mengambil keputusan, kerja keras, ketulusan, orientasi kepada rakyat, serta gotong royong menjadi faktor penting dalam proses tersebut.

“Dalam waktu kurang dari dua tahun kita telah buktikan bahwa dengan keberanian mengambil keputusan, dengan kerja keras disadari oleh hati yang tulus, kehendak yang jelas, orientasi kepada rakyat dan dengan gotong royong seluruh unsur bangsa, masalah-masalah yang telah selama puluhan tahun dianggap sangat rumit atau terlalu rumit dapat kita mulai selesaikan. Saya tidak mengatakan, selesai. Saya mengatakan, kita mulai selesaikan,” pungkasnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Masyarakat Tingkat Desil 9 dan 10 Berpeluang Tidak Bisa Beli Pertalite
Next Post Penerima Bansos Ditentukan Berdasarkan Desil

Member Login

or