1
1

BI Sebut Posisi Indonesia Kian Kokoh Jadi Pusat Ekonomi dan Keuangan Syariah Dunia

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti. | Foto: Bank Indonesia

Media Asuransi, JAKARTA – Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyatakan Indonesia semakin memperkuat posisi sebagai salah satu pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia. Berdasarkan State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2025/2026, Indonesia menempati peringkat keempat dunia.

Pencapaian itu sekaligus membuat Indonesia meraih peringkat pertama pada sektor modest fesyen, peringkat kedua pada sektor pariwisata ramah Muslim, dan peringkat ketiga pada sektor makanan halal.

“Potensi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia masih sangat besar, didukung konsep ekonomi syariah yang inklusif, berkelanjutan, berkeadilan, dan stabil,” kata Destry, dikutip dari keterangan resminya, Senin, 13 Juli 2026.

Hal tersebut disampaikan Destry saat membuka Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia (KTI) 2026 di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pada kesempatan itu, Destry menegaskan, sinergi antarlembaga perlu terus diperkuat untuk mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Kinerja ekonomi syariah Indonesia terus menunjukkan tren positif, tercermin dari pertumbuhan sebesar 6,21 persen secara tahunan (yoy) pada 2025 yang didukung akselerasi sektor halal value chain. Kinerja perbankan syariah juga tetap solid, tecermin dari pembiayaan yang tumbuh 10,42 persen (yoy) menjadi Rp709 triliun.

|Baca juga: PHK Datang, Pesangon Cepat Hilang? DPLK Manulife Ingatkan Pekerja Siapkan Dana Pensiun dari Sekarang

|Baca juga: Banyak Pekerja di RI Lupa Punya Dana Pensiun, DPLK Manulife Ungkap Penyebabnya!

Kemudian Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 11,75 persen (yoy) menjadi Rp792 triliun per Mei 2026, serta peningkatan indeks literasi ekonomi syariah menjadi 50,18 persen. “Melalui FESyar KTI 2026, Bank Indonesia menargetkan capaian yang konkret dan berdampak nyata bagi masyarakat,” katanya.

Dari sisi akses pembiayaan, BI menargetkan penyaluran pembiayaan syariah sebesar Rp11 miliar dan omzet UMKM/pelaku usaha syariah sebesar Rp1,5 miliar. Selanjutnya, dari sisi literasi dan edukasi, antusiasme tecermin dari 3.223 pendaftar Olimpiade Ekonomi Syariah Nasional (OESN) atau 124 persen dari target 2.600 pendaftar.

Sekretaris Daerah Provinsi NTB Abul Chair mengapresiasi empat program unggulan Bank Indonesia yang dinilai menjadi fondasi ekonomi syariah yang produktif, inklusif, dan berdaya saing. Ia berharap rangkaian kegiatan FESyar KTI 2026 dapat membuka akses pasar baru, memperluas investasi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Serta menjadikan ekonomi syariah sebagai ruang inovasi yang memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar, meningkatkan kualitas produk, dan memperkenalkan produk syariah kepada khalayak yang lebih luas,” pungkas Abul Chair.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post AAJI Ungkap Nasabah Kini Lebih Mempertahankan Polis ketimbang Mencairkan
Next Post OJK: Penundaan Insentif Memengaruhi Permintaan Pembiayaan Kendaraan Listrik

Member Login

or