Media Asuransi, JAKARTA – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menilai kondisi ekonomi Indonesia masih berada dalam jalur yang stabil di tengah munculnya kekhawatiran publik terkait potensi krisis ekonomi seperti periode 1997-1998.
Juda mengatakan berbagai indikator ekonomi nasional menunjukkan kondisi fiskal dan pertumbuhan ekonomi masih terjaga. Ia menyoroti realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang masih mencatat pertumbuhan positif hingga April 2026.
|Baca juga: Mirae Asset Sekuritas Sebut Rebound IHSG Masih Rapuh, Ternyata Ini Alasannya!
Berdasarkan data APBN KiTa edisi Mei 2026, pendapatan negara mencapai Rp918,4 triliun atau tumbuh 13,3 persen secara tahunan (yoy). Sementara itu, penerimaan pajak tercatat sebesar Rp646,3 triliun atau meningkat 16,1 persen yoy.
Di sisi lain, belanja negara mencapai Rp1.082,8 triliun atau tumbuh 34,3 persen yoy. Meski belanja negara meningkat, namun Juda mengatakan posisi defisit APBN masih dalam level aman, yakni sebesar 0,64 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
|Baca juga: BFI Finance (BFIN) Klarifikasi soal Berita Penarikan Paksa Mobil di Tangerang Selatan
“Dibandingkan dengan Maret atau kuartal satu mengalami penurunan dari 0,92 persen menjadi 0,6 persen,” kata Juda, dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah (KNPED), belum lama ini.
Menurut dia, penurunan defisit tersebut mencerminkan disiplin fiskal pemerintah yang tetap terjaga. Selain itu, keseimbangan primer juga mencatat surplus sebesar Rp28 triliun per April 2026 yang menunjukkan APBN masih berada dalam fase ekspansi terukur.
View this post on Instagram
Pemerintah, lanjut Juda, akan terus menjaga pengelolaan APBN agar tetap mampu menopang pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas fiskal di tengah ketidakpastian global dan kenaikan harga minyak dunia.
“Banyak kalangan di media, termasuk media sosial mengatakan, ekonomi kita menuju krisis seperti 97-98. Kalau melihat angka-angka tadi, jauh dari situasi krisis,” pungkas Juda.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

