Media Asuransi, JAKARTA – Di tengah ketidakpastian ekonomi global, keunggulan kompetitif bisnis dan individu tidak lagi hanya ditentukan oleh akses pembiayaan. Diperlukan kemampuan mengambil keputusan finansial yang tepat, cepat, dan adaptif terhadap dinamika pasar yang terus berubah.
Selama 37 tahun beroperasi di Indonesia, Bank DBS Indonesia melihat pola yang konsisten bagi mereka yang mampu bertahan. Pertumbuhan bukan hanya dipengaruhi oleh akses modal, tetapi yang memiliki pemahaman lebih kuat terhadap risiko, arah pergerakan ekonomi, sekaligus momentum pengambilan keputusan.
|Baca juga: BI-Rate Naik, OJK Ungkap Dampaknya ke Investasi Asuransi!
|Baca juga: OJK Catat Kinerja Investasi Asuransi Umum Naik 0,55% hingga April 2026
Presiden Direktur Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong menjelaskan hal ini mencerminkan pergeseran fundamental dalam peran sektor keuangan. Ia menambahkan perbankan telah berevolusi menjadi lebih strategis, tidak hanya sebagai penyedia pembiayaan, tetapi juga sebagai mitra tepercaya yang membantu nasabah memahami perubahan.
“Kami meyakini pada masa depan nilai perbankan tidak lagi hanya ditentukan oleh besarnya pembiayaan yang diberikan, tetapi oleh kemampuan untuk memberikan insight yang membantu nasabah menavigasi dinamika ekonomi dan mengambil keputusan dengan lebih percaya diri,” katanya, dikutip dari keterangannya, Kamis, 25 Juni 2026.
View this post on Instagram
Lebih lanjut, di tengah pasar yang semakin volatil, tantangan utama nasabah kini bukan lagi keterbatasan pilihan, melainkan kemampuan membaca peluang untuk mengambil langkah yang tepat. Dalam hal ini, Bank DBS Indonesia akan terus fokus pada strategi memperkuat produk dan layanan sebagai growth drivers.
|Baca juga: LPS Beberkan Rencana Penjaminan Polis Asuransi, Nilai Klaim Dicanangkan hingga Rp700 Juta!
|Baca juga: Ekonomi Lesu, Premi Tunggal Asuransi Jiwa Malah Ngegas, Ada Apa?
Di antaranya untuk wealth management dan nasabah prioritas yang tumbuh sebanyak 11 persen secara tahunan (YoY) dengan total Assets Under Management (AUM) SGD5.447 juta sepanjang 2025.
Ke depan, pertumbuhan ini akan terus dicapai dengan memperluas basis nasabah melalui kolaborasi, menyediakan solusi pengelolaan kekayaan yang berkelanjutan, dan meningkatkan kapabilitas RM untuk memberikan wawasan dengan lebih komprehensif.
|Baca juga: Kenapa Gen Z Belum Kepincut Asuransi? Begini Penjelasan dari LPS
|Baca juga: Jangan Remehkan Penyakit Tropis, Allianz Indonesia Catat Ribuan Klaim di Awal 2026!
Lebih dari itu, Bank DBS Indonesia memperkuat solusi untuk corporate wealth management dengan menghadirkan solusi keuangan berlandaskan empat pilar: keahlian industri, inovasi digital, keberlanjutan dan konektivitas.
“Kami juga menyediakan rangkaian solusi treasury yang lengkap dalam mendukung kebutuhan investasi, hedging dan manajemen risiko nasabah, serta proaktif terlibat dalam perkembangan pasar dan mendukung inisiatif regulasi,” pungkasnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

