Media Asuransi, JAKARTA – Di tengah dinamika kompetisi industri digital yang kian intensif, PT BUKALAPAK.COM Tbk (BUKA) telah melakukan transformasi strategis yang bertujuan untuk memprioritaskan pertumbuhan berkelanjutan dan penciptaan nilai jangka panjang.
Tanpa mengabaikan pentingnya pertumbuhan skala bisnis, perusahaan kini lebih mengedepankan pendekatan yang terukur. Perusahaan telah mengkalibrasi ulang model bisnisnya demi memperkuat fundamental inti dan berfokus pada segmen-segmen dengan jalur profitabilitas yang lebih jelas.
|Baca juga: Yakin IHSG Kembali Menguat, DBS: Kans Kita Masih Bagus!
|Baca juga: LPS Wanti-wanti Ancaman AI Colonialism di Industri Keuangan, Apa Itu?
Sejak awal 2025, BUKA resmi menghentikan penjualan produk fisik melalui aplikasi dan situs web. Perusahaan kini berkonsentrasi pada empat segmen bisnis utama: Mitra Bukalapak, Gaming, Investasi, dan Ritel.
“Transformasi ini mencerminkan upaya manajemen untuk memastikan setiap segmen bisnis tetap relevan dengan dinamika pasar yang terus berkembang, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih kuat,” kata Corporate Secretary BUKA Cut Fika Lutfi, dikutip dari keterangan resminya, Kamis, 25 Juni 2026.
Hasil awal dari transformasi strategis ini terlihat dari kinerja keuangan perusahaan. Secara tahunan (YoY), pertumbuhan pendapatan menunjukkan performa yang kuat. Sepanjang 2025, BUKA membukukan pendapatan Rp6,5 triliun, yang merepresentasikan kenaikan 46 persen YoY dari Rp4,5 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
View this post on Instagram
Pertumbuhan yang kuat ini menunjukkan bahwa semua lini bisnis utama perusahaan semakin berkontribusi terhadap kinerja keseluruhan perusahaan, sekaligus mendukung transformasi menuju profitabilitas yang berkelanjutan.
|Baca juga: KB Bank (BBKP) Buka Suara soal PHK Ratusan Karyawan dan Penutupan Puluhan Kantor Cabang
|Baca juga: Allianz Life Indonesia Bidik Premi Tumbuh Berkelanjutan di 2026
Selain itu, aspek penting lainnya adalah BUKA berhasil mempertahankan momentum pertumbuhan yang kuat pada awal 2026, di mana pendapatan meningkat sebesar 63 persen YoY dari Rp1,5 triliun di kuartal pertama 2025 menjadi Rp2,4 triliun di kuartal pertama 2026.
|Baca juga: OJK Respons Catatan MSCI, Transparansi Pasar Modal Jadi Fokus Utama!
|Baca juga: Aktuaris Ingatkan Tekanan Inflasi Kesehatan, Klaim Asuransi Makin Terjepit di Tengah Pelemahan Rupiah
BUKA juga mencapai milestone Adjusted EBITDA positif sebesar Rp4 miliar pada kuartal I/2026, dari posisi negatif Rp20 miliar pada kuartal I/2025, didorong oleh penguatan top-line serta optimalisasi operasional yang berkelanjutan.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

